<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047</id><updated>2012-02-08T10:00:21.859-08:00</updated><category term='I Luv Sex'/><category term='Gadis'/><category term='Wanita'/><category term='Tante'/><category term='Janda'/><title type='text'>abg ngentot</title><subtitle type='html'>Suka sex &amp;amp; love sex</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-4028526566626159170</id><published>2012-02-08T10:00:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T10:00:21.868-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I Luv Sex'/><title type='text'>Menghadapi Wanita Agresif di Ranjang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img8.uploadhouse.com/fileuploads/3493/3493348bc412a62c87681f2262301e49f4365f5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="564" src="http://img8.uploadhouse.com/fileuploads/3493/3493348bc412a62c87681f2262301e49f4365f5.jpg" width="449" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;PRIA adalah pihak yang harus melakukan semua kerja keras, sementara  wanita duduk di sisinya dan menunggu kejutan indah yang bakal terjadi.  Dalam hal berhubungan, pria kerap dituntut lebih proaktif dan punya  inisiatif, mulai dari melamar hingga bergumul di ranjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria  mengendalikan pertempuran, itu hal biasa. Tapi, bagaimana jika  keadaannya berbalik? Apakah Anda akan tetap merasa mainly jika pasangan  selalu lebih agresif dalam percintaan? Lantas, bagaimana Anda bisa  menyeimbangkan aksinya, tanpa dinilai sebagai pria pecundang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Mengapa wanita bisa agresif dalam seks?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilansir dari Askmen, orgasme wanita tidak berlangsung lama, dan kini  kebanyakan mereka menyimpan fantasi orgasmenya secara virtual setiap  bercinta. Virtual itu bisa berasal dari iklan televisi, film, video klip  musik, dan billboard iklan yang mempertontonkan agresivitas wanita  secara seksual atau dengan kata lain, wanita asertif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu  karenanya, wanita dengan cepat menyerap fakta bahwa menjadi wanita  agresif secara seksual bukan lagi hal tabu. Dan jika Anda tidak dapat  memahami fakta tersebut dengan baik, mereka akan mengajarkan bagaimana  melakukannya dengan mengambil alih situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img7.uploadhouse.com/fileuploads/3493/34933477eec188872e6acd153afff8e519bcb07.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="567" src="http://img7.uploadhouse.com/fileuploads/3493/34933477eec188872e6acd153afff8e519bcb07.jpg" width="449" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hal mengagumkan dari  wanita agresif adalah mereka benar-benar bisa menikmati setiap aksi  pergumulan. Dia tidak akan malu atau tidak nyaman saat Anda membicarakan  fantasi seks dan ide-ide nakal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian terbaik memiliki  pasangan agresif adalah Anda tidak akan selalu menjadi pihak yang  berinisiatif untuk bercinta. Dia tidak akan ragu menanggalkan pakaian  Anda ataupun mengendalikan jalannya permainan dalam posisi woman on top.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, mereka mencari sendiri orgasmenya lewat beberapa  gerakan dan kebanyakan pria bisa merasakannya saat bercinta. Setiap  tahapan permainan seks akan dilewatinya dengan lambat untuk bisa  merasakan sensualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Anda tidak perlu khawatir bagaimana  cara membuatnya mencapai klimaks. Bahkan, dia akan memastikan Anda juga  merasakan kenikmatan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Bagaimana menyeimbangkan aksinya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mendapati pasangan agresif saat di ranjang, berikut beberapa cara untuk memastikan bahwa dia akan terpuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Tetap misterius&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah misterius dan jangan memperlihatkan nafsu membabi buta.  Pastikan bahwa dia bisa menggairahkan Anda. Sama halnya dengan Anda, dia  akan sangat senang saat tahu Anda bergairah karenanya. Jangan selalu  menerima segala aksinya. Saat Anda bisa mengendalikan permainan, bawa  dia untuk meraih puncak kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Membuat permintaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara padanya saat Anda bercinta tentang apa yang Anda ingin dia  melakukannya. Hal itu akan menantang keliarannya lebih dari biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img0.uploadhouse.com/fileuploads/3493/34933407aa551ea8be8b662758566342cf6ef3e.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img0.uploadhouse.com/fileuploads/3493/34933407aa551ea8be8b662758566342cf6ef3e.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Ambil kendali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia terbiasa mengendalikan keadaan di ranjang, bayangkan  bagaimana menyenangkannya jika Anda mengambil kendali penuh dan  membawanya pada hasrat seksual Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Spontan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dia dapat kesempatan untuk beraksi, mulai foreplay dengan  mendekatinya dari belakang dan mainkan jari-jari Anda di payudaranya.  Sementara lidah Anda menjilati setiap jengkal lehernya. Spontanitas Anda  akan membuatnya segera turn on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin tidak memiliki  pasangan agresif yang menikmati pergumulan kapan dan di mana pun. Tak  ada yang salah, tapi jika Anda ingin menjadikan pasangan lebih agresif,  bicarakan padanya tentang bagaimana perasaannya saat Anda ingin  mengajaknya bercinta. Jelaskan bahwa Anda juga perlu merasakan emosi  tersebut, seperti dia begitu enjoy saat bergairah.(tty) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-4028526566626159170?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/4028526566626159170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/menghadapi-wanita-agresif-di-ranjang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/4028526566626159170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/4028526566626159170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/menghadapi-wanita-agresif-di-ranjang.html' title='Menghadapi Wanita Agresif di Ranjang'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-862577349575861217</id><published>2012-02-02T09:07:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T09:07:48.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I Luv Sex'/><title type='text'>Titik Rangsang Pada Wanita Perawan</title><content type='html'>Apakah Anda mulai mati gaya dengan pasangan saat gairah mulai melanda? Cobalah beberapa titik baru di bawah ini untuk membakar gairah Anda bersama pasangan sesaat sebelum bercinta !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.uploadhouse.com/viewfile.php?id=7946417&amp;amp;showlnk=0" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image Hosted by UploadHouse.com" border="0" src="http://img7.uploadhouse.com/fileuploads/7946/7946417d4b68cd394a7d48975640fe974e460c5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pemanasan yang cukup dapat membuat acara "spesial" Anda jadi terasa istimewa. Selain itu pengetahuan tentang 6 titik rangsang (sexy spot) baru di bawah ini dapat lebih menggairahkan Anda dan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sakrum (pada wanita)&lt;br /&gt;Mengapa titik itu membangkitkan gairah?&lt;br /&gt;Alasan: "Sakrum adalah daerah kecil di sekitar tulang belakang, tepatnya di atas bokong, yang memiliki saraf sensitif yang terhubung dengan alat kelamin," kata Mark Michael dan Patricia Johnson, penulis buku The Essence of Tantric Sexuality.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.uploadhouse.com/viewfile.php?id=7946834&amp;amp;showlnk=0" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image Hosted by UploadHouse.com" border="0" src="http://img4.uploadhouse.com/fileuploads/7946/7946834ea163776b50e119411f4587f1e851698.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian membuktikan, kalau saraf pada bagian tersebut dirangsang akan membantu pencapaian orgasme pada wanita hingga 91 persen. Wow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara: Ambil posisi tengkurap dan mintalah suami atau pasangan untuk menekan bagian sakrum Anda. Bisa juga dengan memberikan pijatan ringan pada bagian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tekanan lembut dan ringan akan merangsang saraf sensitif wanita dan meningkatkan rasa panas di sekitar kelamin," ucap Michael Gach, Ph.D, pendiri Acupressure Institute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puting buah dada (pada pria)&lt;br /&gt;Alasan: Ternyata puting pria memiliki saraf perasa yang sama banyaknya dengan puting payudara wanita. Jika biasanya pria yang memainkan puting wanita ketika bercinta, sekarang cobalah sebaliknya.&lt;br /&gt;Cara: Cobalah mainkan jari-jemari Anda dengan lembut di sekitar daerah puting suami atau pasangan. Jika suami Anda merasa terangsang, lanjutkan dengan cubitan atau jepitan ringan dengan jari. Percayalah, pasangan Anda akan semakin bergairah karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.uploadhouse.com/viewfile.php?id=7946312&amp;amp;showlnk=0" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image Hosted by UploadHouse.com" border="0" height="400" src="http://img2.uploadhouse.com/fileuploads/7946/7946312a36ec099521ad89d3e38cb547754b18e.jpg" width="299" /&gt;&lt;/a&gt;3. Jempol kaki (pada wanita)&lt;br /&gt;Alasan: Tahukah Anda, jempol kaki wanita tanpa sadar akan ikut bergoyang jika terangsang ataupun orgasme? Hal ini karena adanya saraf perasa yang terhubung antara jempol kaki dengan alat kelamin.&lt;br /&gt;"Merangsang jempol kaki memang terbukti dapat menyebabkan orgasme pada sebagian wanita," ucap Johnson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara: Minta pasangan untuk mengulum jempol kaki Anda, sebuah jurus standar dalam bercinta. Bisa juga minta pasangan untuk menjepit sisi jempol kaki Anda dengan jemarinya sambil lakukan gerakan memijat lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian, gerakan memijat pada daerah jempol kaki dapat berpengaruh pada organ kelamin wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Telapak kaki (pada pria)&lt;br /&gt;Alasan: Titik rangsang pada telapak kaki tidak hanya dimiliki oleh wanita, tetapi juga pria. Menurut Michaels dan Johnson, telapak kaki merupakan bagian sensitif pada pria. Sensasi yang distimulasi dari telapak kaki akan secara alami meningkatkan gairah seks pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara: Cobalah lakukan pijatan lembut di titik akupresur di telapak kaki suami Anda. Letaknya di sekitar jari-jari kaki, terutama jari ketiga (jari manis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memberikan tekanan lembut dan menahannya selama beberapa detik dapat meningkatkan rangsangan dari kaki menuju kelamin pria," tutur Gach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain, menggosok secara lembut telapak kaki suami atau pasangan Anda dengan telapak tangan atau bagian wajah. Dengan catatan : sebelum melakukan ritual ini, Anda dan pasangan sudah dalam keadaan bersih alias mandi supaya telapak kaki layak usap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.uploadhouse.com/viewfile.php?id=7551752&amp;amp;showlnk=0" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image Hosted by UploadHouse.com" border="0" height="400" src="http://img2.uploadhouse.com/fileuploads/7551/75517526767555c8b8d9cd77f45e26d724ae353.jpg" width="368" /&gt;&lt;/a&gt;5. Pusar (pada wanita)&lt;br /&gt;Alasan: Pada wanita, pusar dan klitoris mempunyai banyak persamaan. Ketika masih dalam kandungan, keduanya tumbuh dari jaringan yang sama, sehingga keduanya terhubung oleh saraf yang sama ketika wanita sudah dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak percaya, coba saja mainkan jari Anda di pusar. Sensasinya akan terasa hingga kelamin Anda," ucap Johnson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara: Mintalah suami atau pasangan Anda untuk memainkan lidah ataupun jarinya hingga masuk ke dalam lekukan pusar Anda. Bisa juga dengan memintanya untuk mencium pusar Anda hingga dua atau tiga inci di bawah pusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rangsangan tersebut akan mengenai tiga titik akupresur yang disebut energi laut, yang berhubungan dengan kepuasan dan kesuburan wanita," ujar Gach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hidung (pada pria dan wanita)&lt;br /&gt;Alasan: Selain bibir, hidung memiliki banyak sekali ujung saral yang sangat sensitif dibandingkan dengan bagian tubuh lain di wajah Anda. Ditambah lagi, hidung memiliki jaringan yang dapat menimbulkan gairah seksual jika dirangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hati-hati, jangan dilakukan saat pasangan lagi flu atau pilek. Namun, jika gairah sudah membakar, siapa peduli. Yang penting enak, 'kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara: Cobalah saling mengigit dengan lembut dan ringan ujung hidung pasangan. Bisa juga dengan saling menggosok, yang dikenal dengan ciuman ala Eskimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana, cukup membuat Anda terinspirasi untuk mencobanya? lyalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Teknik Perlambat Orgasme setiap pria atau wanita pasti menghendaki munculnya orgasme saat melakukan hubungan seksual. Karena kondisi ini merupakan puncak rasa dimana kenikmatan betul-betul membuat kita semua yang pernah melakukan ingin mengulanginya terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, tidak mudah untuk mencapai kondisi orgasme yang betul-betul rasanya nikmat luar biasa. Dalam hal ini foreplay sangat mempengaruhi. Namun di samping itu kebiasaan memperlambat orgasme bisa jadi merupakan strategi tersendiri supaya orgasme yang kita rasakan benar-benar nikmat tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini empat petunjuk bagaimana memperlambat orgasme menurut Joel. D. Block, PhD.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Variasikan pola gerakan. Selang seling gerakan Anda saat melakukan penetrasi. Kadang cepat, kadang lambat. Bisa juga dengan mengubah posisi penis yang dimasukkan, kadang dalam, kadang hanya ujung saja yang masuk vagina. Bisa juga secara berkala, hentikan gerakan saat penetrasi selama beberapa detik. Rasailah nikmat yang luar biasa itu dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lakukan tekanan pada perineum. Perineum adalah daerah antara skrotum dan anus. Sebelum ejakulasi, gunakan tiga jari Anda untuk menekan daerah tersebut. Mintalah pasangan Anda melakukannya. Teknik ini sederhana dan sudah dipraktekkan selama lima ribu tahun di negeri China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.uploadhouse.com/viewfile.php?id=8504363&amp;amp;showlnk=0" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Image Hosted by UploadHouse.com" border="0" height="400" src="http://img3.uploadhouse.com/fileuploads/8504/8504363e6cffe8fd7fb13e4bdb9532b67f96167.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;3. Kencangkan otot sekitar kemaluan. Saat penetrasi berlangsung, sekali-sekali tarik penis sehingga hanya ujungnya saja yang berada dalam vagina. Berhentilah sebentar, kemudian kencangkan otot sekitar kemaluan dan dubur selama beberapa detik. Lakukan langkah ini beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengubah-ubah rangsangan. Pada saat Anda sangat terangsang, usahakan agar tidak langsung menuruti hasrat tersebut. Tahan untuk tidak segera melakukan penetrasi. Lakukan gerakan lain yang kira-kira membuat Anda merasa benar-benar mengasyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari berbagai sumber, idblog tidak bertanggung jawa atas segala resiko apapun yang terjadi dengan penerapan isi artikel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-862577349575861217?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/862577349575861217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/titik-rangsang-pada-wanita-perawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/862577349575861217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/862577349575861217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/titik-rangsang-pada-wanita-perawan.html' title='Titik Rangsang Pada Wanita Perawan'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-7951302023121921381</id><published>2012-02-02T08:04:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T08:04:54.410-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante'/><title type='text'>Tante Linda yang Sexy</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Perkenalkan  nama aku Ade, aku bukanlah brondong yang suka cari tante girang, tapi  aku punya pengalaman menarik bersama tante tante, dulu waktu gue masih  kuliah, dan baru berumur 19 tahun, pengalaman menyenangkan, bersama  tante cantik, Namanya Tante Linda, sebenarnya dia bukan tante girang,  tapi memang nasib mujur buat gue dapet bercinta dengannya. Berikut  cerita sex gue dengan seorang tante cantik, yang mungkin menurut kalian  Tante Linda ini adalah Tante Girang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://28.imagebam.com/download/z8mSc16lV9AUWxcf7YRbkw/7879/78785192/asik-01.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://28.imagebam.com/download/z8mSc16lV9AUWxcf7YRbkw/7879/78785192/asik-01.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Waktu  itu aku kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu  kenalan Oom aku disana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya  baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya  raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak  sepi, maklumlah disana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini  orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti  semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan  kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia  belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah  loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih  bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi  nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga  bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Dan  sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini.  Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita  denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak  dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum  orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara  suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan  Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu  hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancing-mancing gairahku dengan  tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergoki Tante Linda lagi pas  sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang  begitu jantungku deg-degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya  dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang-kadang juga dia sering  memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah  waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah  pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://24.imagebam.com/download/MSI-D4_vePY0Ls7eTNi6gw/7879/78785194/asik-02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://24.imagebam.com/download/MSI-D4_vePY0Ls7eTNi6gw/7879/78785194/asik-02.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;Sampai  pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis,  jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat  gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan  kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil.  Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15  cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadar&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;i tahu-tahu  Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya  aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu.  Tante Linda sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang  tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Hayyoo lagi ngapain kamu De?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aah, nggak Tante lagi main komputer", jawabku sekenanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ada apa sih Tante?" tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan", jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Tapi jangan lama-lama yah", kata Tante Linda lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Setelah  itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku  beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi  porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Melihat  film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang  kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu  Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat  dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya  yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat  pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa-apa.  Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba  bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat  gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum ke  arahku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Lagi ngapain sih kamu De?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah nggak Tante.."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Kamu terangsang yah De, lihat film ini?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah nggak Tante biasa aja", jawabku mencoba mengendalikan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Bisa  kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya  kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini  tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak  terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Menurut kamu Tante seksi nggak De?" tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Wah seksi sekali Tante", kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Seksi mana sama yang di film itu?" tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih." kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah masa sih?" tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Iya bener Tante, sumpah..." kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Jarak  duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya  padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku, "Kamu mau nggak kalo diajak  begituan sama Tante?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Mmaaauu  Tante..." Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku  sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba  mendekatkan diri pada Tante Linda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Wahhhh barang kamu gede juga ya De..." katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah Tante bisa aja deh... Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya..." kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah  nakal kamu yah De", jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di  atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang  tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh", kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah yang bener nih?" tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?" kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Pegang apa?" tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Pegang itu tuh.." kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah boleh aja kalo kamu mau."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Wah  kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya,  takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus  kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://28.imagebam.com/download/CVtkiLqwEabYHWmOnXGREA/7879/78785196/asik-03.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://28.imagebam.com/download/CVtkiLqwEabYHWmOnXGREA/7879/78785196/asik-03.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah", kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Loh kok dilepas sih De?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ah, takut Tante marah", kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ooohh nggak sayang... kemari deh."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Tanganku  digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya  sehingga aku pun semakin berani meremas-remas buah dadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aaarrhh...  sshh", rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba  mencium Tante Linda, sungguh di luar dugaanku, Tante Linda menyambut  ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali  sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu."Ahhh  kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan  kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?" tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Oohhhh  silakan sayang", lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya  yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku,  langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi  itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahhh...  arghhh..." lagi-lagi Tante mengerang-erang keenakan. "Teruss.. terusss  sayang... ahhh enak sekali..." lama aku menjilati buah dada Tante Linda,  hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang  kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas  kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Lalu  sekilas kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus-elus bagian  klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya  untuk kupelororti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahhh  buka saja sayang... jangan malu-malu... ahhhh..." nafas Tante Linda  terengah-engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka  celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia langsung saja menggelinjang  keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante  Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan  bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh  dengan rambut. Lalu dengan pelan-pelan kumasukan jari tengahku untuk  menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. "Aahrrrh... sshh...  enak De.. enak sekali", jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang  kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu,  lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun  naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia  menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahhh...  sshhh come on baby.. give me more, give me more... ohhhh", dengan  semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos  lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Beberapa  saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme.  Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan  sekali lalu seketika dia menjerit, "Oohh aaahh... Tante sudah keluar  sayang... ahhh", sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan  untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bibir  kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian  tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas  sofa. "Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak  sepuas ini loh..." sambil mencium bibirku sehingga cairan liang  kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang  kemaluanku yang masih tegang dielus-elus oleh Tante Linda dan aku pun  masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu. "Aahh.."  desahnya sambil terus mencumbu bibirku. "Sekarang giliran Tante  sayang... Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh Tante ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Tangan  Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya  batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan  saja habis enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku  juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang  indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda  karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahhh...  shhh..", rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku  mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah  pentilnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan  kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin  belingsatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahhh kamu emang pandai muji orang De.."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Sementara  itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya  sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu  Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku  sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada  akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati  batang kemaluanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Wahh  batang kemaluanmu besar sekali De... nggak disangka kamu nggak kalah  besarnya sama punya orang bule", Tante Linda memuji-muji batang  kemaluanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Sedetik  kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan  cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang  kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan  merasakan nikmatnya service yang diberikan Tante Linda malam itu. Lalu  dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam  mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang  kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil  mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya  yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang  beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan  desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu  kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang  di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia  mengangkang tepat di depanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ahh  De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak  sabar mau ngerasain memek Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang  besar itu."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Iiiya Tante", kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Lalu  aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante  Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke  bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit  keenakan, "Aahhh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan  tanggung-tanggung masukinnya..." lalu aku mendorong masuk batang  kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini  sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali  itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahh..  shhh.. aoh.. oohhh pelan-pelan sayang.. terus… terus... ahhh", aku  mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante  Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika  batang kemaluanku sudah masuk semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Kemudian  batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan  memutar sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahhh  argghhh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda  menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang  kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Uuaahhh.." sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Ooohh  shhh sayang... enak sekali ooohhh yess... ooohh good... ooh yes..."  mendengar rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan  permainan ini, "Aahh... cepat sayang Tante mau keluar ahh", tubuh Tante  Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupanya  dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang  kemaluanku yang lagi merojok-rojok lubang kemaluan Tante Linda.  "Aahh... shhsss.. yess", lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati  sisa-sisa orgasmenya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Wahh kamu memang bener-bener hebat De... Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Iiya  Tante... bentar lagi juga Ade keluar nih..." sambil terus aku  menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan  berdenyut-denyut itu. "Ahh enak sekali Tante.. ahhh..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Terusin  sayang.. terus... ahhh.. shhh", erangan Tante Linda membuatku semakin  kuat merojok-rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.  "Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aduh Tante, bentar lagi keluar nih..." kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahh  Ade sayang... keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau  ngerasain.. ahhh... shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Iiiyyaa...  Tante.." lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang  kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk  lobang kemaluannya. "Aahhh... ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau keluar  nih.. ahhh", lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah  dadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Sementara  itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan  pantatnya. "Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh... shhh..." lalu dengan  sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku  yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Seeerr.. serr... crot.. crot..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;"Aahhh enak sekali Tante... ahhh harder.. harder... ahhh Tante..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Selama  dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan  semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. "Ah kamu  ternyata seorang jagoan De..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Setelah  itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang  kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh  lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;Setelah  kejadian ini kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang  meniru gaya-gaya dari film porno yang banyak beredar disana. Sekian,  semoga ceritaku ini bisa jadi bahan bagi anda yang suka bersenggama  dengan tante-tante.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;TAMAT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #263325; font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-7951302023121921381?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/7951302023121921381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/tante-linda-yang-sexy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/7951302023121921381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/7951302023121921381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/tante-linda-yang-sexy.html' title='Tante Linda yang Sexy'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-7319855512669293011</id><published>2012-02-01T11:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-01T11:08:50.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I Luv Sex'/><title type='text'>Abang iparku ganas</title><content type='html'>Aku masih lagi bersekolah dan tinggal di rumah kakakku.  Suaminya seorang tentera dan kakakku seorang jururawat yang selalu kerja shift pagi.&lt;br /&gt;Aku pula bukanlah dara lagi kerja sudah selalu bersetubuh dengan kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://galleries1.adult-empire.com/47/4762//updates/2966/1.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://galleries1.adult-empire.com/47/4762//updates/2966/1.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari aku telah berpisah dengan kekasihku dan sudah hampir seminggu pukiku tidak diamput.  Lubang pukiku sudah melolong-lolong minta disetubuhi.  Hinggalah suatu hari aku mendapat idea untuk&lt;br /&gt;menggoda  abang iparku.  Kakak seperti biasa balik pagi kerja dari malam hingga  pagi.  aku sengaja memakai baju tidur yang nipis tanpa bra&lt;br /&gt;dan lalu  di depan abang iparku yang sedang menonton TV.  Aku rasa matanya  terbeliak melihat aku tapi aku buat-buat tidak tahu saja.&lt;br /&gt;Aku  senggaja tidur lewat malam itu setelah semua anak buahku tidur.   Tiba-tiba ketika aku sedang berada di dapur untuk membuat minuman, abang  iparku datang dan meramas buah dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ilovesexxx.net//thumbs/14345.jpg?1327400920" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://ilovesexxx.net//thumbs/14345.jpg?1327400920" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku pura-pura meronta dan  mengatakan "jangan bang.." tapi abang ipar terus menyelak baju tidurku  dari atas bahu dan menghisap puting susuku.&lt;br /&gt;aku masih lagi berpura-pura menolak dan lari ke ruang tamu.&lt;br /&gt;Abang  iparku terus mengejar dan memeluk dan mengangkat aku ke atas meja  makan.  Dengan ganas dia terus menyelak baju tidurku dari bawah dan  membuka seluar dalamku.&lt;br /&gt;Dengan ganasnya dia membilak pukiku dengan  tangannya dan menjilat lubang pukiku.  Aku yang memang menunggu untuk  dijilat lubang puki kerana inilah acara yang paling sedap&lt;br /&gt;kalau aku  di amput. Dia pun mengatakan" sedapnya lubang puki mu sayang" Aku yang  tengah kesedapan terus membangkangkan pukiku seluas-luasnya dan lidahnya  semakin ganas sambil dia&lt;br /&gt;menghirup air-air yang keluar dari lubang  pukiku.  Lepas itu dia bangun dan menghisap puting susuku.  Dia katakan  susuku keras dan besar.  Aku yang sudah tidak tahan menunggu di amput  terus&lt;br /&gt;merenggek-rengek "Abang lekaslah amput lubangku" Dengan sekali  sentap sarungnya kerana dia tidak memakai seluar dalam, batangnyg yang  besar dan keras terus menerja ke dalam pukiku yang menganga&lt;br /&gt;dengan  luasnya.  "ABang, sedapnya butumu bang...amputlah lubang pukiku ini  bang" meja makan itu berbunyi-bunyi tapi kami tidak peduli kerana  anak-anaknya masih kecil lagi.  Dia turunkan aku ke lantai dan&lt;br /&gt;mengamput lagi dengan ganasnya.  Dia katakan pukiku sungguh sedap dan lazat.&lt;br /&gt;Dia  terbalikkan aku dan mengamput aku seperti anjing.  malam itu saja aku  di amput hampir 10 kali.  Abang iparku ini ganas dan kuat nafsu.&lt;br /&gt;Kadang-kadang  tengahari aku ponteng sekolah dan dia akan pulang untuk mengamputku.  lain lagi dalam kereta, hampir runtuh kereta dibuatnya.  Lubang puki  sudah luas lubangnya kerna di kerjakan setiap malam.&lt;br /&gt;"Abang..pukiku  ini dah luas lubangnya abang asyik kerjakan" Dia ketika itu tengah  mengerjakan lubangku dengan batang butunya hanya berkata "Lubang pukimu  hanya untuk santapan batang butuku sayang"&lt;br /&gt;Hari ini aku masih lagi tinggal bersama kakakku dan lubangku masih lagi ghairah dengan batang abang iparku.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eTEQ71UX2Tc/TymNmoNDVMI/AAAAAAAAAGY/wo5jElMTx20/s1600/331835.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="66" src="http://1.bp.blogspot.com/-eTEQ71UX2Tc/TymNmoNDVMI/AAAAAAAAAGY/wo5jElMTx20/s200/331835.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-7319855512669293011?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/7319855512669293011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/abang-iparku-ganas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/7319855512669293011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/7319855512669293011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/02/abang-iparku-ganas.html' title='Abang iparku ganas'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eTEQ71UX2Tc/TymNmoNDVMI/AAAAAAAAAGY/wo5jElMTx20/s72-c/331835.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-7875412623764485455</id><published>2012-01-11T08:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T08:42:59.487-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Benarkah Menghisap Payudara Selamatkan Perempuan dari Kanker?</title><content type='html'>&lt;a href="http://foredistrong.com/benarkah-menghisap-payudara-selamatkan-perempuan-dari-kanker/miri-hanai_3" rel="attachment wp-att-1636" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft  wp-image-1636" src="http://foredistrong.com/wp-content/uploads/2012/01/miri-hanai_3.jpg" title="miri hanai_3" /&gt;&lt;/a&gt;Telah tersiar dari BlackBerry Messenger (BBM), mengenai &lt;strong&gt;cara pencegahan kanker payudara&lt;/strong&gt;. Dalam BBM tersebut mengatakan &lt;em&gt;kanker payudara bisa dicegah&lt;/em&gt;  jika terus dihisap oleh pasangannya. Dalam BBM tersebut, data tersebut  diambil dari situs berita internasional BBC dan Departemen Kesehatan  dari Inggris. Berikut isi BBM untuk mencegah kanker payudara dengan cara  menghisap. Dalam waktu dekat mungkin akan ada wanita yang mau membayar  orang terutama &lt;a href="http://foredistrong.com/tag/pria" title="pria"&gt;pria&lt;/a&gt; untuk menghisap payudara mereka?&lt;br /&gt;Dalam Beranda BBC Top News Story: “Dokter menyarankan bahwa payudara  wanita yg disedot secara teratur” akan sangat bagus untuk mengurangi  risiko terkena kanker payudara. Dikatakan pula bahwa pengisapan payudara  secara teratur akan menurunkan tingkat risiko yang cenderung  menyebabkan berkembangnya kanker payudara. &lt;a href="http://foredistrong.com/category/payudara" title="Payudara"&gt;Payudara&lt;/a&gt; harus disedot sesering mungkin, hal ini dipercaya akan membantu perempuan melawan kanker payudara.&lt;br /&gt;Bagi para pria, silakan melakukan bagian Anda, dan mulailah menghisap  payudara wanita sekarang dan bagi para wanita silakan saja memulai  terapi ini dan mempersilakan pasangan Anda untuk melakukan tugasnya  tentunya anda harus merelakan hal itu !!!&lt;br /&gt;Pesan ini dibuat oleh Departemen Kesehatan Inggris dengan tema “Melawan &lt;a href="http://foredistrong.com/tag/kanker-payudara" title="Kanker Payudara"&gt;Kanker Payudara&lt;/a&gt;“.&lt;br /&gt;Kalau Anda percaya pada hasil penelitian ini maka ( para pria )  jujurlah bahwa anda tentunya akan senang maka patuhilah hasil penelitian  ini. Kalau perlu Anda bisa dengan rendah hati mengajukan diri untuk  membantu para wanita demi membantu para wanita itu untuk menyelamatkan  nyawanya dari ronrongan kanker. Bolehlah Anda mengirim ini ke semua  orang yang bertanggung jawab dan kepada para wanita agar bisa menyadari  risiko tinggi ini. Ini entah benar atau tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-7875412623764485455?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/7875412623764485455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/01/benarkah-menghisap-payudara-selamatkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/7875412623764485455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/7875412623764485455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/01/benarkah-menghisap-payudara-selamatkan.html' title='Benarkah Menghisap Payudara Selamatkan Perempuan dari Kanker?'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-1715185019469439755</id><published>2012-01-08T01:56:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T01:56:30.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante'/><title type='text'>Perkasanya Kontol Teman Suamiku : Cerita Seru</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_E-Fj1g1c21Y/R_b17P9b3AI/AAAAAAAAAco/-LOV9KPbhrg/s400/monmon5eq.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://bp3.blogger.com/_E-Fj1g1c21Y/R_b17P9b3AI/AAAAAAAAAco/-LOV9KPbhrg/s1600/monmon5eq.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://abg-ngentot.blogspot.com/search/label/Tante" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Cerita Dewasa Khusus 17 tahun&lt;/a&gt;, memang mantapsss nih cerita. Andai saja aku berada dalam situasi itu sebagai Heru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Heru  melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik  rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang  basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang  merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi  ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali  melibas pinggiran CD ku&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru, 32 th, adalah teman  sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th.  Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang  kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan  senyumnya yang  khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian  rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya  seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar benar  dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu yang  aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan  suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap  sedemikian rupa oleh Heru. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4  hari. Pas di hari minggu Heru datang kerumah maksud hati ingin mengajak  suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah  dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi  tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku  berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku  keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan  senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya,  tiba-tiba ia berkata "..Hesty mau tidak gantiin suamimu, main tenis  dengan saya.." Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku  pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku  senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup  'gentleman'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba  dengan yakin ia berkata "..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini.."  Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung  mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian. Dikamar Aku  termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku  melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok  tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous 'you can see'  setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini..,  setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Heru  didepan pintu "..Ayo Her aku sudah siap.." Heru hanya melongo melihat  pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata aku  bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang  dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya  menatap celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya  menatap pantatku yang padat bulat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking hotnya aku  mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Heru menghampiriku lalu  mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Heru untuk mampir dan ia  menerimanya dengan senang hati. Heru memapahku sampai ke kamar, lalu  membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku  minuman di dapur, Heru mengambilkan minuman dan kembali ke kamar  mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku  sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan  sweaterku sekarang tinggal memakai blous "you can see" longgar yang  membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal,  posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga  putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak  sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman  kepadaku. Memang "gentleman" pria ini. penampilannya agak kaku tetapi  disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku,  ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang  mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan  oleh seorang wanita yang sudah bersuami. Aku menggeser posisiku  mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Heru  terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya  sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun  aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku  beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada  bibir bawahnya yang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami saling menghisap bibir  beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat  kami. "Her.." kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi  tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam  hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan  kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap  bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Heru saling  menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman  dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Heru mulai beralih dari  betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku  semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku  ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku  semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing  gairah ini. Kembali Heru yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali  ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu  tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang  menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring  pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya  miring di sisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru mengambil inisiatif mencium  bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya.  Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang  mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku  yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut  namun pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mmhh.. Heruu..sudah terlalu jauh Her.."  desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan  kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku  hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah  dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang  tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium  bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan  leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainannya  yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi  semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya  meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH  menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa  kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap  terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar,  serta perut  sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan  untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut  BHku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke  balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes  dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi  mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi.  "Ooohh.. sshh.. aachh.. Heruu.." desahku langsung terlontar tak  tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang  terasa sangat peka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru menjilati dan menghisap dada  dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati  gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin  menggelora ini, "..Oooh Heru suuddhaah.. Herr.. stoop..!!" tetapi Heru  terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya,  sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat. Penisnya yang besar dan  berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan  perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut  tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya  ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru  melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik  rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang  basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang  merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi  ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali  melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa  kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi,  rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih  menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,  dengan menyibakkan celana dalamku, Heru mengalihkan jilatannya kerambut  kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. "ggaahh..  Heeruu..stoop..ohh.." bagaikan terkena setrum rintihanku langsung  menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Heru melalap  vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini  kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Heru berlutut di  depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut  melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan  punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu  birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat  batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa,  pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi  oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupasrahkan  diriku ketika Heru membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu  Heru menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku.  Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Heru menembus vaginaku."Hngk!  Besaar..sekalii..Heer.." Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya  yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku  yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir  menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa  terburu-buru, Heru kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih  mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya  pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan  menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara,  sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus  vaginaku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan,  memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak  meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam  liang kenikmatanku tahap demi tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidahnya yang kasar  dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat  kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin  bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini  benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh  pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang  membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini  lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu..  masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali  ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik  suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan  suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku  terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek  batang penisnya yang keras dan besaar..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya seluruh  batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong  kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa  meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Heru  mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, "..oouch.. niikmaat..  heeruu..!!" aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini  dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar  menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin  tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hh..  sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh.." Heru  membalas dengan pertanyaan "Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis  suamimu..?" otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar  biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku "Ohh ssh Heruu.  penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Heru makin gencar  melontarkan pertanyaan aneh aneh, "..hh..Hesty lagi diapain memekmu sama  kontolnya Heru..?" aku bingung menjawabnya, "Bilang lagi dientot..!"  Heru memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing  oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya "hh.. hh..  sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus menerus kami  saling memberi kenikmatan, sementara lidah Heru kembali menari di  putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar  benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa  kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak  berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung  jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga  terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan  kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang  mencengkeram erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisapan dan jilatannya pada putingku  pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya  seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus  bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku  bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini  meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan  erangan liar kata kataku semakin vulgar. "Ahh.. Ouchh.. entootin terus  sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe  mentok..!!" Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot  denganmu..!!" mendengar celotehanku, Heru yang kalem berubah menjadi  semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar  benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah  kudapatkan seperti ini dari suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar benar  sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan  sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin  kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku.  Heru mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas,  seakan akan tiada tepinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku tidak bisa lagi  menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu  dahsyatnya menggulung diriku "Ngghh.. nghh .. nghh.. Heruu.. Akku mau  keluaar..!!" pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil  memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, Heru  mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi  perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar  mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis  digencetnya. "..aacchh.. Heruu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss..  itilkuu..!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti  'forever' menyemburkan lendir orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Heru  erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya  sementara Heru terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat  perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku  menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam  tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  detik kenikmatan yang terasa seperti 'forever' itu akhirnya berakhir  dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Heru masih di dalam  vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa  tergesa-gesa, Heru mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan  mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan  erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat  disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar  dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur  napasku yang terengah-engah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku kembali "sadar"  dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, aku pun mulai  membalas ciumannya, memancing Heru untuk kembali memainkan lidahnya pada  lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku  tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang  sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali  menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada  dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan  aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar  saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar  dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya  setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimax rasanya malas sekali  untuk bercumbu lagi tapi kali ini Heru memberiku pengalaman baru walau  sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati  rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin  cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes  lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Heru  memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi "doggy  style" dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang  kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar  lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan  menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas  "..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku.."  Heru pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh  seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah  dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku  memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang  kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya  yang sungguh luar biasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memegang batang  penisnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess.." ..Ooohh.. Heruu..  teruss.. Herr.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa  besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat  urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit  karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu  kuhadapi dengan suamiku didalam gaya 'doggy style' ini adalah pada  waktu aku masih dalam tahap 'menanjak' suamiku sudah terlalu cepat  keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  Heru sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya 'doggy style'  ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan  aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi,  eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku  kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali  menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu  lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi  pada tahap "menanjak" tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung  kenikmatan yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hngk.. ngghh..Heruu..akuu mau  keluaar lagii.. aargghh..!!" aku melenguh panjang menyertai klimaksku  yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke  belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya  di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin  memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan  semaksimum mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengejang beberapa detik  diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Heru yang  menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Heru  menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku  yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang,  penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku  rasakan sebelumnya dengan suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru memeluk tubuhku  dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. "Hesty  aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!" Aku  benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Heru belum juga  keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari  aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku  karena suamiku suka terburu buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa aku telah  diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi  kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan  selangkangannya ketika kulihat Heru menggeliat geliat kenikmatan, "..Ohh  yess Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang  daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!" Heru mengerang penuh semangat  membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar,  untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa  melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku  kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat  gerakan erotisku Heru makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan  tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Heru untuk  bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi  vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh..  beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku?  Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku  tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Heru  menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali  batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas  penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih  batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih  lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit  kembali bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..Ooohh..Hesty..kau sungguuh  seksxyy.. masuukin kontolku..!!" Heru memujiku setinggi langit melihat  begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama  kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar  melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. "..Yess.. Heruu.. yeess..  kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!" kuputar-putar pinggulku dengan  cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass  sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..aachh..  Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!"  giliran Heru merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya,  tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa  seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan  yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot  bahkan menekan keras sekali pantatku,  kali ini aku yang berubah menjadi  ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan  bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang  kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan  otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa  bagai dalam  vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang  terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali, Heru bagai  Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya  sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan  tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi  pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut  kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang  lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet  batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah  zakarnya kuraih dan kuremas-remas, "..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess..  yeess..!!"&lt;br /&gt;Heru membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku  menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Heru  bangkit, dengan posisi duduk ia menylomot buah dadaku... aachh tubuhku  semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. "..selomot.. pentilku..  dua. duanya.. Herr..yeess..!! ...sshh.. ...oohh..!! mataku menjadi  berkunang kunang, "..Ooohh.. Hestyy.. nikmatnya bukan main posisi ini..!  batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!" Heru  mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya  setiap saat akan meletup, "..Ohh.. sshh..aahh.. Heruu ..keluaar..  bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..!  "..yess..Hess..aku… keluarkan diluar apa didalam..?". "..Ohh.. Heru  kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba  tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat  sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di  dalam rahimku, "..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh..  nikmaatnya.. memekmu Hestyy..!!" Heru memuncratkan air maninya di dalam  rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang  hebat sampai lupa daratan "..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen  kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi  gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka  makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa  terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas.  Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya  pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh  tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit  menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar  biaasaa!! Oohh Heru aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang  maha dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali,  klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Heru sadar  akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya  yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa  sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku  untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru  telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini  selama hidupku. Tiba tiba Heru melihat jam lalu dengan muka sedih ia  mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi,  akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal  Heru dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian  yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku.  Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus  kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan  sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku. Aku mulai  merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat  menikmatinya dan sangat mengharapkan Heru melakukannya lagi terhadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati  dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan.  Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk  mencoba melupakan Heru. Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti  ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin  terbayang seluruh kejadian hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang  kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus terngiang sayup sayup  terdengar suaranya memanggilku 'sayang'. Heru berhenti bertugas di  kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih  tugaskan, aku tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hingga kini, pergumulan batin  dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain pihak aku tetap ingin  mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan apa yang telah  diberikan Heru padaku. Aku masih merindukan dan menginginkan sentuhan  tangan kekar Heru, dimanakah kau berada Heru..?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-1715185019469439755?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/1715185019469439755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/01/perkasanya-kontol-teman-suamiku-cerita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/1715185019469439755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/1715185019469439755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/01/perkasanya-kontol-teman-suamiku-cerita.html' title='Perkasanya Kontol Teman Suamiku : Cerita Seru'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_E-Fj1g1c21Y/R_b17P9b3AI/AAAAAAAAAco/-LOV9KPbhrg/s72-c/monmon5eq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-234570533645131310</id><published>2012-01-06T09:27:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T09:27:50.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gadis'/><title type='text'>Kenikmatan Tunangan Temanku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rWvxXdsUmW0/TwcuVcf0b3I/AAAAAAAAAEY/iyUyeyyIZVY/s1600/chika-normal-contion-girl-23.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-rWvxXdsUmW0/TwcuVcf0b3I/AAAAAAAAAEY/iyUyeyyIZVY/s320/chika-normal-contion-girl-23.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kalau tidak salah, malam itu adalah malam minggu, kebetulan pada waktu  itu aku lagi bersiap-siap untuk keluar. Tiba-tiba telpon di rumahku  berbunyi, ternyata dari Deni yang mau pinjam motorku untuk menjemput  temannya di stasiun kereta api. Dia juga bilang nitip sebentar tunangan  kakaknya, karena di rumah lagi tidak ada siapa-siapa. Aku tidak bisa  menolak, lagi pula aku ingin tahu tunangan temanku itu seperti bagaimana  rupanya.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian Deni datang, karena rumahnya memang tidak begitu jauh dari rumahku dan langsung menuju ke kamarku.&lt;br /&gt;“Hei Rick..! Aku langsung pergi nih.. mana kuncinya..?” kata Deni.&lt;br /&gt;“Tuh.., di atas meja belajar.” kataku, padahal dalam hati aku kesal juga bisa batal deh acaraku.&lt;br /&gt;“Oh  ya Rick.., kenalin nih tunangan kakakku. Aku nitip sebentar ya, soalnya  tadi di rumah nggak ada siapa-siapa, jadinya aku ajak dulu kesini.  Bentar kok Rick..,” kata Deni sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;“Erick..,” kataku sambil menyodorkan tanganku.&lt;br /&gt;“Indi..,” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Busyeett..! Senyumannya..!” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QwFYkRfuG1g/TwcugvzETuI/AAAAAAAAAEg/tlVZ7b0bVEs/s1600/chika-normal-contion-girl-27.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-QwFYkRfuG1g/TwcugvzETuI/AAAAAAAAAEg/tlVZ7b0bVEs/s400/chika-normal-contion-girl-27.jpg" width="245" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jantungku  langsung berdebar-debar ketika berjabatan tangan dengannya. Bibirnya  sensual sekali, kulitnya putih, payudaranya lumayan besar, matanya,  hidungnya, pokoknya, wahh..! Akibatnya pikiran kotorku mulai keluar.&lt;br /&gt;“Heh..! Kok malah bengong Rick..!” kata Deni sambil menepuk pundakku.&lt;br /&gt;“Eh.. oh.. kenapa Den..?” kaget juga aku.&lt;br /&gt;“Rick, aku pergi dulu ya..! Ooh ya Ndi.., kalo si Erick macem-macem, teriak aja..!” ucap Deni sambil langsung pergi.&lt;br /&gt;Indi hanya tersenyum saja.&lt;br /&gt;“Sialan lu Den..!” gerutuku dalam hati.&lt;br /&gt;Seperginya  Deni, aku jadi seperti orang bingung saja, serba salah dan aku tidak  tahu apa yang harus kulakukan. Memang pada dasarnya aku ini sifatnya  agak pemalu, tapi kupaksakan juga akhirnya.&lt;br /&gt;“Mo minum apa Ndi..?” kataku melepas rasa maluku.&lt;span id="more-246"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Apa aja deh Rick. Asal jangan ngasih racun.” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Bisa  juga bercanda nih cewek, aku kasih obat perangsang baru tau..!” kataku  dalam hati sambil pergi untuk mengambil beberapa minuman kaleng di dalam  kulkas.&lt;br /&gt;Akhirnya kami mengobrol tidak menentu, sampai dia  menceritakan kalau dia lagi kesal sekali sama Edi tunangannya itu,  pasalnya dia itu sama sekali tidak tahu kalau Edi pergi keluar kota.  Sudah jauh-jauh datang ke Bandung, nyatanya orang yang dituju lagi  pergi, padahal sebelumnya Edi bilang bahwa dia tidak akan kemana-mana.&lt;br /&gt;“Udah deh Ndi.., mungkin rencananya itu diluar dugaan.., jadi Kamu harus ngerti dong..!” kataku sok bijaksana.&lt;br /&gt;“Kalo  sekali sih nggak apa Rick, tapi ini udah yang keberapa kalinya, Aku  kadang suka curiga, jangan-jangan Dia punya cewek lain..!” ucap Indi  dengan nada kesal.&lt;br /&gt;“Heh.., jangan nuduh dulu Ndi, siapa tau dugaan Kamu salah,” kataku.&lt;br /&gt;“Tau ah.., jadi bingung Aku Rick, udah deh, nggak usah ngomongin Dia lagi..!” potong Indi.&lt;br /&gt;“Terus mau ngomong apa nih..?” kataku polos.&lt;br /&gt;Indi tersenyum mendengar ucapanku.&lt;br /&gt;“Kamu udah punya pacar Rick..?” tanya Indi.&lt;br /&gt;“Eh, belom.. nggak laku Ndi.. mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sedikit berbohong.&lt;br /&gt;“Ah bohong Kamu Rick..!” ucap Indi sambil mencubit lenganku.&lt;br /&gt;Seerr..!  Tiba-tiba aliran darahku seperti melaju dengan cepat, otomatis adikku  berdiri perlahan- lahan, aku jadi salah tingkah. Sepertinya si Indi  melihat perubahan yang terjadi pada diriku, aku langsung pura-pura mau  mengambil minum lagi, karena memang minumanku sudah habis, tetapi dia  langsung menarik tanganku.&lt;br /&gt;“Ada apa Ndi..? Minumannya sudah habis juga..?” kataku pura-pura bodoh.&lt;br /&gt;“Rick, Kamu mau nolongin Aku..?” ucap Indi seperti memelas.&lt;br /&gt;“Iyaa.., ada apa Ndi..?” jawabku.&lt;br /&gt;“Aku.., Aku.. pengen bercinta Rick..?” pinta Indi.&lt;br /&gt;“Hah..!”  kaget juga aku mendengarnya, bagai petir di siang hari, bayangkan saja,  baru juga satu jam yang lalu kami berkenalan, tetapi dia sudah  mengucapkan hal seperti itu kepadaku.&lt;br /&gt;“Ka.., Kamu..?” ujarku terbata-bata.&lt;br /&gt;Belum  juga kusempat meneruskan kata- kataku, telunjuknya langsung ditempelkan  ke bibirku, kemudian dia membelai pipiku, kemudian dengan lembut dia  juga mencium bibirku. Aku hanya bisa diam saja mendapat perlakuan  seperti itu. Walaupun ini mungkin bukan yang pertama kalinya bagiku,  namun kalau yang seperti ini aku baru yang pertama kalinya merasakan  dengan orang yang baru kukenal.&lt;br /&gt;Begitu lembut dia mencium bibirku, kemudian dia berbisik kepadaku, “Aku pengen bercinta sama Kamu, Rick..! Puasin Aku Rick..!”&lt;br /&gt;Lalu dia mulai mencium telinganku, kemudian leherku, “Aahh..!” aku mendesah.&lt;br /&gt;Mendapat  perlakuan seperti itu, gejolakku akhirnya bangkit juga. Begitu lembut  sekali dia mencium sekitar leherku, kemudian dia kembali mencium  bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku. Akhirnya  ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. Cukup  lama juga kami berciuman, kemudian kulepaskan ciumannya, kemudian  kujilat telinganya, dan menelusuri lehernya yang putih bak pualam.&lt;br /&gt;Ia mendesah kenikmatan, “Aahh Rick..!”&lt;br /&gt;Mendengar  desahannya, aku semakin bernafsu, tanganku mulai menjalar ke belakang,  ke dalam t- shirt-nya. Kemudian kuarahkan menuju ke pengait BH-nya,  dengan sekali sentakan, pengait itu terlepas.&lt;br /&gt;Kemudian aku mencium  bibirnya lagi, kali ini ciumannya sudah mulai agak beringas, mungkin  karena nafsu yang sudah mencapai ubun- ubun, lidahku disedotnya sampai  terasa sakit, tetapi sakitnya sakit nikmat.&lt;br /&gt;“Rick.., buka dong bajunya..!” katanya manja.&lt;br /&gt;“Bukain dong Ndi..,” kataku.&lt;br /&gt;Sambil  menciumiku, Indi membuka satu persatu kancing kemeja, kemudian kaos  dalamku, kemudian dia lemparkan ke samping tempat tidur. Dia langsung  mencium leherku, terus ke arah puting susuku.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mendesah karena nikmatnya, “Akhh.., Ndi.”&lt;br /&gt;Kemudian  Indi mulai membuka sabukku dan celanaku dibukanya juga. Akhirnya  tinggal celana dalam saja. Dia tersenyum ketika melihat kepala  kemaluanku off set alias menyembul ke atas.Indi melihat wajahku  sebentar, kemudian dia cium kepala kemaluanku yang menyembul keluar itu.  Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku, kemudian dia lemparkan  seenaknya. Dengan penuh nafsu dia mulai menjilati cairang bening yang  keluar dari kemaluanku, rasanya nikmat sekali. Setelah puas menjilati,  kemudian dia mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;“Okhh.. nikmat sekali,” kataku dalam hati, sepertinya kemaluanku terasa disedot-sedot.&lt;br /&gt;Indi sangat menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku.&lt;br /&gt;“Auwww.., sakit dong Ndi..!” kataku sambil agak meringis.&lt;br /&gt;Indi seperti tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju-mundurkan kepalanya.&lt;br /&gt;Mendapat perlakuannya, akhirnya aku tidak kuat juga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya,”Ndi, Aku mau keluar.. akhh..!”&lt;br /&gt;Indi cuek saja, dia malah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya, “Croott.. croott..!”&lt;br /&gt;Aku menyemburkan lahar panasku ke dalam mulut Indi. Dia menelan semua cairan spermaku, terasa agak ngilu juga tetapi nikmat.&lt;br /&gt;Setelah  cairannya benar-benar bersih, Indi kemudian berdiri, kemudian dia  membuka semua pakaiannya sendiri, sampai akhirnya dia telanjang bulat.  Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku.&lt;br /&gt;“Puasin Aku Rick..!” katanya sambil memeluk tubuhku, kemudian dia menuju tempat tidur.&lt;br /&gt;Sampai  disana dia tidur telentang. Aku lalu mendekatinya, kutindih tubuhnya  yang elok, kuciumi bibirnya, kemudian kujilati belakang telinga kirinya.&lt;br /&gt;Dia mendesah keenakan, “Aahh..!”&lt;br /&gt;Mendengar  desahannya, aku tambah bernafsu, kemudian lidahku mulai menjalar ke  payudaranya. Kujilati putingnya yang sebelah kiri, sedangkan tangan  kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, sambil kadang kupelintir  putingnya.&lt;br /&gt;“Okkhh..! Erick sayang, terus Rick..! Okhh..!” desahnya mulai tidak menentu.&lt;br /&gt;Puas  dengan bukit kembarnya, badanku kugeser, kemudian kujilati pusarnya,  jilatanku makin turun ke bawah. Kujilati sekitar pangkal pahanya, Indi  mulai melenguh hebat, tangan kananku mulai mengelus bukit kemaluannya,  lalu kumasukkan, mencari sesuatu yang mungkin kata orang itu adalah  klitoris. Indi semakin melenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang  kehabisan air. Kemudian aku mulai menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan  sedikit bibir kemaluannya, terlihat jelas sekali apa yang namanya  klitoris, dengan agak sedikit menahan nafas, kusedot klitorisnya.&lt;br /&gt;“Aakkhh..  Rick..,” Indi menjerit agak keras, rupanya dia sudah orgasme, karena  aku merasakan cairan yang menyemprot hidungku, kaget juga aku.&lt;br /&gt;Mungkin  ini pengalaman pertamaku menjilati kemaluan wanita, karena sebelumnya  aku tidak pernah. Aku masih saja menjilati dan menyedot klitorisnya.&lt;br /&gt;“Rick..! Masukin Rick..! Masukin..!” pinta dia dengan wajah memerah menahan nafsu.&lt;br /&gt;Aku  yang dari tadi memang sudah menahan nafsu, lalu bangkit dan mengarahkan  senjataku ke mulut kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di sekitar bibir  kemaluannya.&lt;br /&gt;“Udah dong Rick..! Cepet masukin..!” katanya manja.&lt;br /&gt;“Hmm.., rupanya ni cewek nggak sabaran banget.” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;Kemudian  kutarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai,  terlihat kemaluannya yang menyembul. Pahanya kulebarkan sedikit,  kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah.  Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku.&lt;br /&gt;“Bless..!” akhirnya kemaluanku terbenam di dalam liang kemaluan Indri.&lt;br /&gt;“Aaakkhh Rick..!” desah Indi.&lt;br /&gt;Kaget juga dia karena sentakan kemaluanku yang langsung menerobos kemaluan Indi.&lt;br /&gt;Aku  mulai mengerakkan tubuhku, makin lama makin cepat, kadang- kadang  sambil meremas- remas kedua bukit kembarnya. Kemudian kubungkukkan  badanku, lalu kuhisap puting susunya.&lt;br /&gt;“Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..!” erang Indi sambil tangannya memegang kedua pipiku.&lt;br /&gt;Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- tiba tubuh Indi mengejang, “Aaakkhh.. Eriicckk..!”&lt;br /&gt;Ternyata Indi sudah mencapai puncaknya duluan.&lt;br /&gt;“Aku udah keluar duluan Sayang..!” kata Indi.&lt;br /&gt;“Aku masih lama Ndi..,” kataku sambil masih menggenjot tubuhku.&lt;br /&gt;Kemudian  kuangkat tubuh Indi ke tengah tempat tidur, secara spontan, kaki Indi  melingkar di pinggangku. Aku menggenjot tubuhku, diikuti goyangan pantat  Indi.&lt;br /&gt;“Aakkhh Ndi.., punya Kamu enak sekali.” kataku memuji, Indi hanya tersenyum saja.&lt;br /&gt;Aku  juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya. Tubuh kami berdua  sudah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bersama menuju puncak  kenikmatan. Akhirnya aku tidak kuat juga menahan kenikmatan ini.&lt;br /&gt;“Aahh Ndi.., Aku hampir keluar..,” kataku agak terbata-bata.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-N78C71-SY6Y/Twcu8mfOuNI/AAAAAAAAAEo/waVm_D4K-SM/s1600/chika-normal-contion-girl-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-N78C71-SY6Y/Twcu8mfOuNI/AAAAAAAAAEo/waVm_D4K-SM/s320/chika-normal-contion-girl-1.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;“Aku juga Rick..! Kita keluarin sama-sama ya Sayang..!” kata Indi sambil menggoyang pantatnya yang bahenol itu.&lt;br /&gt;Goyangan  pantat Indi semakin liar. Aku pun tidak kalah sama halnya dengan Indi,  frekuensi genjotanku makin kupercepat, sampai pada akhirnya, “Aaakkhh..,  Ericckk..!” jerit Indi sambil menancapkan kukunya ke pundakku.&lt;br /&gt;“Aakhh, Indii.., Aku sayang Kamuu..!” erangku sambil mendekap tubuh Indi.&lt;br /&gt;Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti pelari marathon.&lt;br /&gt;“Kamu hebat sekali Rick..!” puji Indi.&lt;br /&gt;“Kamu juga Ndi..!” pujiku juga setelah agak lama kami berpelukan.&lt;br /&gt;Kemudian kami cepat- cepat memakai pakain kami kembali karena takut adik tunangannya Indi keburu datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-234570533645131310?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/234570533645131310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/01/kenikmatan-tunangan-temanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/234570533645131310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/234570533645131310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2012/01/kenikmatan-tunangan-temanku.html' title='Kenikmatan Tunangan Temanku'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rWvxXdsUmW0/TwcuVcf0b3I/AAAAAAAAAEY/iyUyeyyIZVY/s72-c/chika-normal-contion-girl-23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-2897524137238471065</id><published>2011-11-24T09:39:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T09:09:03.342-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante'/><title type='text'>Tante Senggama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7W0H2b7uPgI/Ts6AgqxlfWI/AAAAAAAAAEI/kS-1Av3KubI/s1600/bokrep+cewek.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-7W0H2b7uPgI/Ts6AgqxlfWI/AAAAAAAAAEI/kS-1Av3KubI/s1600/bokrep+cewek.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pokoknya natal tahun itu semarak banget, semua keluarga gue &lt;br /&gt;yang di indonesia dan manca negara pada dateng. Ditengah-tengah pesta natal itu, &lt;br /&gt;gue ketemu sama salah satu tante sepupu gue, dia anaknya adek kakek gue dari &lt;br /&gt;bokap,namanya wiwi umurnya kira-kira 31 tahun. Dulu waktu gue SD dia udah SMA &lt;br /&gt;kelas satu, dia pernah pacaran sama salah satu oom ade nyokap gue. Dulu dia &lt;br /&gt;emang terkenal karena kecantikannya. Tapi emang keluarga bokap gue terkenal &lt;br /&gt;CW-nya cakep-cakep, dan tante wiwi adalah salah satu dari yang terbaik, artinya &lt;br /&gt;cantik muka dan body-nya. Dan sekarang waduh, makin ciamik, dada melimpah gue &lt;br /&gt;kira-kira 36-C, pinggang ramping dan pinggulnya kalo kata orang kampung gue &lt;br /&gt;songgeng alias montok dan nongol, lehernya jenjang, kulit kuning langsat, &lt;br /&gt;rambut ikal sebahu warna hitam legam, alis tebal, dan yang bikin gue lherrrrrrr &lt;br /&gt;adalah bulu di tangan dan kakinya, mmmmmhhhhhhh.&lt;br /&gt;ogeh, siapaya namanya oc..eeeeeeeeococ.oiya dede ya ? waduh apa kabar, selamat natal &lt;br /&gt;ya !oh, sapanya. itulah sapaan pertama yang gue dapat dari tante wiwi. ogbaik &lt;br /&gt;tante, selamat natal juga !oh, jawab gue, dan kami saling ber salaman dan sun &lt;br /&gt;pipi, serrrrr wangi parfum dan halus kulitnya tercium jelas sama gue. ogiya &lt;br /&gt;makasih ya, sekarang udah selesai belum kuliahnya ? tante sekarang pindah ke &lt;br /&gt;Indonesia lho !oh.ohmulai kapan dan kenapa tante, emang oegak kerasan tinggal di &lt;br /&gt;Belgi ?oh, tanya gue. ogjanuari ini, bukan gak kerasan tapi kamu tahu dong, tante &lt;br /&gt;sampe sekarang kan belum punya anak, kata dokter oom dan tante kecapean, jadi &lt;br /&gt;tante sama oom sepakat untuk sementara kami ke indonesia dulu, ya oc.itung-itung &lt;br /&gt;istirahat lah.oh. ogo gitu, iya lah tante, biar lebih semarak kalo ada si kecil.oh, &lt;br /&gt;jawab gue. Belagu ya gue, kaya orang tua ! ogde, sepulang ke jakarta nanti bisa &lt;br /&gt;engga kamu bantu tante nyari rumah ? soalnya oom kan masih sibuk ngurus ke &lt;br /&gt;pulangan kami, jadi kemungkinan sehabis tahun baru oom kembali lagi ke Belgi, &lt;br /&gt;kamu ada mobil kan ?oh.ohboleh tante, kalo soal kendaraan sih ada.oh.ohok, maksih ya &lt;br /&gt;sebelumnya.oh, jawab tante wiwi.&lt;br /&gt;Singkat cerita, gue balik ke jakarta oen gue janjian sama tante wiwi buat nyari &lt;br /&gt;rumah. Gue jemput dia di rumah salah satu tante gue, dan kami jalan. ogkemana nih &lt;br /&gt;kita tante ?oh, tanya gue. ogenaknya kemana ya de, tante dan oom pengen yang &lt;br /&gt;suasananya oegak terlalu rame, yang tenang gitu, dan kalo bisa udaranya masih &lt;br /&gt;bersih dan aksesnya gampang.oh. ogwah kalo gitu dideket tempat iwan aja tante, di &lt;br /&gt;cibubur kan banyak perumahan tante, apalagi di sebrang toll.oh. ogya udah, kita &lt;br /&gt;kesana aja.oh. gue arahin mobil gue kearah toll menuju lokasi. Cari-cari seharian &lt;br /&gt;akhirnya tante wiwi naksir di salah satu komplek-nya ciputra group. oggimana de &lt;br /&gt;menurut kamu ?of. ogya terserah tante dong, bagusnya tante tanya oom dulu.oh, ogiya &lt;br /&gt;deh nanti malem tante tanyaain.oh. gue anterin tante wiwi pulang.ohentar tante &lt;br /&gt;hubungi kamu ya de, soalnya kalo jadi rumah yang ma oper kredit tadi, kita &lt;br /&gt;kayaknya kudu nyari furnitur dan kelengkapan rumah, gak ganggu kamu kan ?oh. &lt;br /&gt;ogenggak lah tante, lagian kuliah juga masih kosong. ogmakasih ya.oh, jawab si &lt;br /&gt;tante sambil sun pipi gue, serrr. &lt;br /&gt;Pagi jam 7 telfon berdering dan tante wiwi kabarin kalo suaminya setuju dengan &lt;br /&gt;rumah pilihan kemarin, dan dia ngajakin nyari peralatan rumah tangga, karena &lt;br /&gt;akad jual beli baru dilaksanain senin minggu depan. Kami jalan ke arah jl. &lt;br /&gt;Fatmawati, karena di sana emang banyak toko dan show room meubel. Siangnya kami &lt;br /&gt;makan siang sambil ngobrol-ngobrol. oggimana tante menurut penilaian tante ?oh, &lt;br /&gt;tanya gue.ohgimana ya, bagus-bagus semua sih, tapi kan tante udah pegang &lt;br /&gt;referensinya, jadi kalo nanti tante mutusin pilih, tante tinggal telfon.oh. &lt;br /&gt;ogo..oh,jawab gue singkat.ohde, jumofat besok kamu ikut week-end ya, soalnya tante &lt;br /&gt;een ngajakin, refreshing katanya, ajak iwan juga.oh.ohboleh juga tuh tan, tapi &lt;br /&gt;kalo iwan diajak di rumah kelamaan kosong tan, khawatir !oh. ogterserah deh kamu &lt;br /&gt;atur aja.oh&lt;br /&gt;Besoknya kami berangkat ke puncak buat week-end. Iwan ditinggal. Di villa yang &lt;br /&gt;cukup gede dengan 4 kamar, halaman luas. Kolam renang, plus tempatnya yang masuk &lt;br /&gt;kedalam dan dibukit itu membuat suasana asyik banget. Jam 10 malem selesai makan &lt;br /&gt;di simpang raya kami langsung kembali ke villa. Gue pake jacket, sambil &lt;br /&gt;ngerokok, gue duduk di teras belakang. Gak lama muncul tante wiwi pake kimono &lt;br /&gt;handuk, abis mandi keliatannya. ogdingin-dingin gini koq mandi sih tan ?oh, tanya &lt;br /&gt;gue.ohiya abis lengket sih, lagian kan ada water heater.oh.katanya sambil &lt;br /&gt;ngeringin rambut dia angkat satu kakinya dan dinaikin ke kakinya yang lain. Ala &lt;br /&gt;mak, gue bisa ngeliat paha mulusnya. Setelah kering rambutnya tante wiwi masuk, &lt;br /&gt;gue ngikutin di belakangnya. Gue ke dapur buat bikin kopi. Abis bikin kopi gue &lt;br /&gt;bawa kopi ke ruang tengah. Pas lewat depan kamar tante wiwi gue ngeliat &lt;br /&gt;pemandangan yang sangat aduhai. Pintunya yang ngebuka dikit bikin gue bisa &lt;br /&gt;ngintip, bener-bener yang gue ceritain tadi diatas dia yang lagi siap-siap pake &lt;br /&gt;baju, baru pake CD sementara dadanya masih terbuka membuat toketnya yang gede &lt;br /&gt;bebas terpampang. Buru-buru gue berlalu, dan bergabung sama tante een dan oom &lt;br /&gt;bambang serta anak-anaknya yang lagi nonoton tv. Ngobrol sebentar tante een &lt;br /&gt;minta izin buat ngelonin anak-anaknya, sementara oom bambang minta izin buat &lt;br /&gt;istirahat. Wal hasil tinggal gue yang nonton tv, gue pindah duduk ke kursi &lt;br /&gt;panjang yang tadi didudukin sama oom bambang dan tante een biar gue nontonya gak &lt;br /&gt;miring.&lt;br /&gt;Kira-kira 5 menit gue nonton sendiri, tante wiwi keluar sambil bawa segelas &lt;br /&gt;jeruk panas dan duduk di samping gue. Mhhhh aroma wangi tante wiwi segera &lt;br /&gt;menyeruak memenuhi seisi ruangan. Tante wiwi saat itu pake kimono sutra warna &lt;br /&gt;merah cerah, yang bikin gue horny adalah dadanya nampak oegak pake apa-apa di &lt;br /&gt;dalemnya. Kira-kira jam 12 malem gue pamit istirahat. ogya udah, di matiin aja &lt;br /&gt;tv-nya tante juga mau istirahat.oh. kami jalan beriringan menuju kamar &lt;br /&gt;masing-masing, kamar gue depan-depanan sama kamar tante wiwi dibagian belakang, &lt;br /&gt;kamar gue dibelakang kamar anak-anaknya tante een sementara tante wiwi &lt;br /&gt;dibelakang kamar tante een. Pas ngelewatin kamar tante een terdengar suara-suara &lt;br /&gt;aneh. Gue noleh kearah tante wiwi, dan tante wiwi naro telunjuknya di depan &lt;br /&gt;bibirnya. ogSsssttttt, jangan berisik, kamu ambil kursi organ kesini, kita &lt;br /&gt;intip.oh Katanya sambil senyum. Gue anggukin kepala. Gue ambil kursi itu dan gue &lt;br /&gt;taruh perlahan-lahan di depan pintu kamar. Tante wiwi diluar dugaan segera naik &lt;br /&gt;untuk menyaksikan adegan apa yang tengah berlangsung, dan gue yang di bawah &lt;br /&gt;dengan jelas dan gamblang menyaksikan kemulusan betis tante wiwi plus bulu-bulu &lt;br /&gt;halus-nya yang lebat. Tititgue gak kuat dan pelan tapi pasti mulai ngaceng. &lt;br /&gt;Tante wiwi gak lama mulai meletakkan tangannya didepan permukaan selangkangannya &lt;br /&gt;dan mengusap-usapkan telapak tangannya disana. Ngeliat gelagat begitu gue gak &lt;br /&gt;buang-buang kesempatan, gue raba betis indahnya, dan diluar dugaan tante wiwi &lt;br /&gt;gak bereaksi, malahan dia ngerenggangin kakinya dan gue liat tangannya mulai &lt;br /&gt;dengan agak kasar ngusap permukaan selangkanggannya sambil mulutnya mengeluarkan &lt;br /&gt;suara desisan,ohsssssssssssssssshhhhhhhhoh.&lt;br /&gt;Ngeliat tante wiwi mualai naik gak cuma tangan gue yang ngusap betis indahnya, &lt;br /&gt;tapi juga bibir dan lidah gue. Gue telusuri betisnya turun kebawah, sampe &lt;br /&gt;punggung kaki nya, gue pindahin ke kakinya yang lain dan gue jelajahi juga. &lt;br /&gt;Desisan tante wiwi mulai berubah jadi erangan, dan tangannya enggek cuma beraksi &lt;br /&gt;di permukaan selangkangannya, tapi juga tangannya yanglain mulia ngeremes &lt;br /&gt;toketnya sendiri. Sementara aksi gue gak cuma di betis kepala gue udah mulai &lt;br /&gt;menyusup kebalik kimononya, jadilah aksi gue sekarang menelusuri daerah pahanya. &lt;br /&gt;Setelah aksi bibir dan lidah gue mendekati daerah selangkanganya, tangan tante &lt;br /&gt;wiwi yang tadi dipake ngegosok selangkangannya sekarang pindah ke kepala gue. &lt;br /&gt;Dia teken kepala gue dan usap-usap rambut gue, sesekali dia jambak rambut gue &lt;br /&gt;sambil ngerapetin kakinya. Gue jilatin buah pantatnya yang ranum sambil kedua &lt;br /&gt;tangan gue beraksi ngeremas buah pantat doi yang lain sementara tangan gue &lt;br /&gt;satunya lagi gue pake buat ngebelai daerah selangkangannya. Gue pindahin aksi &lt;br /&gt;gue buat ngegarap buah pantatnya yang lain. Gue sibakin CD mini tante wiwi, gue &lt;br /&gt;renggangin kakinya, dan gue nikmati belahan pantatnya.&lt;br /&gt;Setelah gue mulai sesak napas oen kegerahan gue keluarin kepala gue dari balik &lt;br /&gt;kimononya. Gue geserin kaki tante wiwi supaya dia bisa geser, dan gue naik. &lt;br /&gt;Sejurus kemudian terpampang didepan mata gue pemandangan yang bikin gue makin &lt;br /&gt;horny. Tente wiwi dibawah lagi megap-megap sambil narik-narik rambutnya sendiri, &lt;br /&gt;dia angkat kedua kakinya dipundak oom bambang, sementara oom bambang asyik mompa &lt;br /&gt;tante een dari atas sambil mulutnya menikmati toket tante een yang lumayan &lt;br /&gt;bagus, meskipun udah punya anak dua. Gua gak mau tinggal diem, gue lingkerin &lt;br /&gt;tangan gue kepundak tante wiwi, dan langsung gue usap-usap bagian dadanya. Gak &lt;br /&gt;lama tangan gue yang kiri myusul, gue susupin kebalik kimononya dan segera gue &lt;br /&gt;dapetin segunduk daging yang teramat kenyal rasanya di tangan gue, dan tante &lt;br /&gt;wiwi bales dengan gigit-gigit kuping gue. Lagi asyik ngetune putting toket kiri &lt;br /&gt;tante wiwi tante wiwi beranjak turun. Dan ternyata yang dilakukan tante wiwi &lt;br /&gt;adalah ngelepasin iket pinggang gue,ngelapas kancing celana jeans gue dan &lt;br /&gt;nurunin zipper-nya. Dia tarik jeans gue selutut, tapi cuma jeansnya doang. Gak &lt;br /&gt;lama terasa hangat permukaan CD gue, dan terasa juga lidah bermain di permukaan &lt;br /&gt;CD gue naik turun, terasa juga titit gue digigitin naik turun, kayak oppi &lt;br /&gt;andaresta main harmonika. Udah itu terasa CD gue diturunun juga sementara di &lt;br /&gt;dalam kamar posisi sudah berganti, tante een memegang kendali naik turun sambil &lt;br /&gt;kedua tangannya megangin tangan oom bambang yang lagi asyik ngeremesin toket &lt;br /&gt;gede tante een.&lt;br /&gt;Hangat dan lembab terasa di palkon gue, pas pandangan gue turunin ternyata tante &lt;br /&gt;wiwi lagi asik jilatin palkon gue, terus turun kebatang kontol gue naik turun, &lt;br /&gt;dan akhirnya biji peler gue dikulumnya juga. Dikemotnya kedua biji peler gue. &lt;br /&gt;ada perasaan mules sewaktu kedua biji peler gue di emut sama tante wiwi, abis &lt;br /&gt;mulut tante wiwi itu mungil banget, jadi kalo disekaligusin jadi beradu satu &lt;br /&gt;sama lainnya. Bosen ngulumin biji peler gue tante wiwi masukin batang peler gue &lt;br /&gt;kemulutnya, di emutnya, disedotnya kenceng banget. Lalu tante wiwi maju mundurin &lt;br /&gt;mulutbya, sambil tangankirinya maenin biji peler gue, sementara tangan kanannya &lt;br /&gt;meremas buah pinggul gue. Tante wiwi lepasin isapanya, tapi palkon gue langsung &lt;br /&gt;jadi sasaran, kali ini palkon gue di garuk-garuk pake gigi atasnya. Waduh, &lt;br /&gt;rasanya sangat luar biasa ! geli, gatel, dan laen-laen rasa enak semuanya campur &lt;br /&gt;jadi satu. Dari dalam kamar tante een dan oom bambang mengerang sangat keras, &lt;br /&gt;dan rupanya mereka baru saja mencapai puncak gunung bersama-sama.&lt;br /&gt;Gak kuat gue kelamaan berdiri, gue angkat kepala tante wiwi, gue turun dan gue &lt;br /&gt;benerin posisi celana gue, gue tarik tante wiwi gue dekap dia dipelukan gue dan &lt;br /&gt;langsung gue serbu bibir mungilnya yang udah merekah menantang buat di gasak. &lt;br /&gt;Tante wiwi bales serbuan gue dengan gak kalah semangatnya. Lidah kami menjelajah &lt;br /&gt;rongga mulut masing-masing lawan. Waktu lidah tante wiwi menjelajah rongga mulut &lt;br /&gt;gue lidah itu gue gigit, gitu juga sebaliknya. Ternyata tante wiwi udah kecapean &lt;br /&gt;dari tadi,ohde, kita pindah kekamar yo !oh, ajaknya. Gue sih nurut aja. Gue serbu &lt;br /&gt;lagi bibirnya, gue angkat tubuhnya gue gotong kekamarnya. Gue taruh dia diatas &lt;br /&gt;kasur, dan tanpa buang waktu gue lucutin pakean gue sendiri. Selanjutnya setelah &lt;br /&gt;gue bugil gue naek ke ranjang dan bibir tante wiwi kembali gue nikmati. Tangan &lt;br /&gt;tante wiwi gak tinggal diam digenggamnya kontol gue sambil diusap dan di kocok &lt;br /&gt;perlahan dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya peluk gue. Gitu juga &lt;br /&gt;gue gak mau kalah, sementara tangan kiri gue nyanggah beban tubuh gue, tangan &lt;br /&gt;yang kanan gue ajak buat jalan-jalan diatas dada tante wiwi. Didalam kamar baru &lt;br /&gt;tahu gue bahwa tante wiwi adalah jenis manusia yang seang melepaskan perasaan &lt;br /&gt;horny-nya dengan sebebas-bebasnya. Buktinya sewaktu toketnya gue remes dan &lt;br /&gt;putingnya gue pilin dari mulut yang masih gue kulum, gumamannya terdengar sangat &lt;br /&gt;keras.ohmmmmmmmmmmhhhhhhhocococ.mmmmhhhhhhhhhgggggggoh. apalagi sewaktu lidah gue &lt;br /&gt;bermain di belakang telinganya, erangannya makin menjadi.&lt;br /&gt;Tante wiwi dengan tangannya ngebimbing gue untuk menikmati permukaan lehernya &lt;br /&gt;yang jenjang dan ada sedikit lipatan lemaknya. Gue jilat dan gue kecup bagian &lt;br /&gt;leher tante wiwi sampe gak ada jengkal yang tersisa, oguuuuhhhhhh &lt;br /&gt;ococ..sssssssssshhhhhhhococ..mmmmmmhhhhhhoh. Sekarang gantian. Tangan kanan gue &lt;br /&gt;dipake nyangga tubuh gue sementara tangan kiri gue gue pake buat &lt;br /&gt;membelai,meremas dan memilin bukit tante wiwi yang munjung dan udah keras dari &lt;br /&gt;tadi. Sekarang sasaran gue adalah pundak tante wiwi, dan kedua siku gue gue pake &lt;br /&gt;buat nahan berat badan gue, supaya kedua toket tante wiwi bisa gue remes bareng. &lt;br /&gt;Pada saat jelajah lidah gue udah nyampe di ujung selepetan bima-nya, gue sibakin &lt;br /&gt;kimono tante wiwi bagian dadanya, dan ococeng-ing-eng jelaslah sekarang didepan &lt;br /&gt;mata gue sepasang toket terindah yang pernah gue liat, karena sebelumnya tokrt &lt;br /&gt;CW-CW gue kalah bagus sama toket tante wiwi. Gue gak sabar gue langsung gigit &lt;br /&gt;putting-nya yang sebelah kanan dan tante wiwi berteriak &lt;br /&gt;ogaaaaaaahhhhhhhhkkococ..ssssshhhhhocococaadddduuuhhh oceeennnnhhhaaaaakkkkhh.oh . gue &lt;br /&gt;sedot pentil itu dengan keras, semakin keras gue sedot semakin menjadi erangan &lt;br /&gt;dan teriakan tante wiwi. Habis sudah kedua permukaan toket tante wiwi gue garap, &lt;br /&gt;tante wiwi dekap kepala gue di belahan toketnya, sementara kedua lengannya &lt;br /&gt;nyanggah toketnya, hal ini membuat muka gue tenggelam disela-sela toket-nya yang &lt;br /&gt;indah. Yang paling mengesankan adalah sewaktu gue bikin cupang di bawah putting &lt;br /&gt;kiri tante wiwi, tante wiwi berteriak sambil ngejewer kedua kuping &lt;br /&gt;gue.ohhahocococooooohhhhhhhhh ocococggggggghhhhhhhocococuuuussssssssoc..aaaaaaaahhhhhhhoh. &lt;br /&gt;sehabis itu jelaslah bekas cupangan gue di toketnya.&lt;br /&gt;Setelah puas aku garap kedua bueh toketnya, tante wiwi mwnurunkan kepala gue, &lt;br /&gt;gua jilati permukaan perutnya, pas nyampe puser gue kecup dan gue jilat pusernya &lt;br /&gt;sementara kedua tangan gue gue susupin dibelakang pinggul nya dan segera gue &lt;br /&gt;remes abis kedua bongkah pantatnya. ogadddduuuuhhhhhhh dddeeeoc.kkamu koq kayaknya &lt;br /&gt;uudaaaaaahhhh ppppeeengalamannnnn banget sssiiihhhhhoh, begitu erangan tante wiwi &lt;br /&gt;kira kira sewaktu gue kecup dan gue jilatin pusernya. Jilatan gue terus turun &lt;br /&gt;kebawah, sebelim mulutgue nyampe di selangkangannya, CD mini tante wiwi gue &lt;br /&gt;turunin pake kedua tangan gue, gue tarik lepas CD itu. Ya tuhan rumput yang &lt;br /&gt;tumbuh disitu begitu lebatnya, sehingga gue nyaris gak bisa lihat belahan &lt;br /&gt;memeknya !&lt;br /&gt;Yang pertama kali adalah gue merumput disitu, gue jilatin jembut itu sampe rapi, &lt;br /&gt;karena dari fakta yang gue liat kayaknya tante wiwi adalah salah satu jenis &lt;br /&gt;manusia yang senang membiarkan jembutnya tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya &lt;br /&gt;campur tangna dari luar. Setelah jembut itu rapi, aku kuakkan jembut yang berada &lt;br /&gt;disekitar bibir memek tante wiwi, barulah sekarang gue liat belahan bibir memek &lt;br /&gt;tante wiwi. Bibir memek itu ternyata masih bersih, belum menghitam. Ngeliat &lt;br /&gt;pemandangan kayak gitu, kontan tangan dan bibir gue kompakan buat ngerubutin &lt;br /&gt;tante wiwi punya memek. &lt;br /&gt;ogaaaaaaaahhhhhhhococ..aaaddddduuuuhhhhhhhococ..ssssshhhhhhococ.aaaaaggggghhhhhhhococ.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JM7ZEdy-9fs/Ts6AurGgBpI/AAAAAAAAAEQ/NUm6XYVrQFQ/s1600/kentot.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-JM7ZEdy-9fs/Ts6AurGgBpI/AAAAAAAAAEQ/NUm6XYVrQFQ/s1600/kentot.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;yyeeeeessssssoc..ttteruuuuuuuuuuussssssshhhhhhgggggghhhhhhhoh.  &lt;br /&gt;tante wiwi teriak-teriak sewaktu gue masukin jari tengah gue ke memeknya dan ibu &lt;br /&gt;jari gue menggesek itilnya dan lidah gue jilatin permukaan bibir memek &lt;br /&gt;nya.ohuuuuhhhhhhhococ..uuuuhhhhhhhococ..yyyaaaaaaaaaococ..ssssshhhhhhhhhhoc..oh. desahan &lt;br /&gt;dan erangan tante wiwi semakin menjadi ketika dengan ganas gue gigit-gigit &lt;br /&gt;itilnya. Dan dengan gak kalah ganas tante wiwi ngejambak rambut gue , dia &lt;br /&gt;desekin ke selangkangannya, sementara pinggulnya diangkat tinggi-tinggi sambil &lt;br /&gt;bikin gerakan memutar.ohmmmmmmhhhhhhhyyyyyyymmmmmmm ocococsssssshhhhhhhhhhh ococ.. &lt;br /&gt;yyyyyaaaaaaaa ococoh.begitu terus dan terus tante wiwi berputar dan &lt;br /&gt;berteriak.ogdeoc.hhhhhhoc..sini titit kamu kasih tante ococ.oh, pintanya, dan &lt;br /&gt;terjadilah pertempuran 69 yang sangat seru, karena tante wiwi dan aku sama-sama &lt;br /&gt;rakus. Setelah 8 menitan bertempur 69 tante wiwi mengejan dan berteriak dengan &lt;br /&gt;sangat keras,ohdeeeeeeee ococ.aaaahhhhhh ocococ aaadddddduuuuuhhhhh ocococ. &lt;br /&gt;Tanttttttttteeeeeeee ococ.gak ococ.. kuattttthhhhh ococ.. og, jeritan tante wiwi &lt;br /&gt;disertai dengan merapatnya kedua paha, serta dicakar-cakarnya buah pantat gue. 1 &lt;br /&gt;½ menit tante wiwi menjepit kepala gue, sampe akhirnya dia terkulai, sementara &lt;br /&gt;aku terus dengan aksiku menjilati setiap tetes air yang mengalir dari lubuk &lt;br /&gt;vagina tante wiwi.oh De udah sayanggggghhhhh ococ. Addddduuuhhhhhh &lt;br /&gt;ococ.geliiiiiiiiiii ococoh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante wiwi manjatuhkan diri dan terlentang pasrah sambil narik napas panjang &lt;br /&gt;pandangan matanya menerawang ke langit-langit kamar. ogDe, kamu udah sering &lt;br /&gt;melakukan yang kayak begini ya ?oh, tanyanya sambil ngelirik ke gue. ohAh, enggak &lt;br /&gt;juga tante, mungkin udah dari sononys kali.oh, jawab gue sekenanya. oggak mungkin, &lt;br /&gt;buktinya kontol kamu tante sedot kenceng banget koq kontol kamu tenang-tenang &lt;br /&gt;aja.oh, sanggahnya. ogoh jadi tante pengen saya cepet nyampe klimax ?of. ogya enggak &lt;br /&gt;juga sih, ococ. Ih kamu nakal ya !oh, katanya sambil memiringkan badan dan &lt;br /&gt;ngegelitikin gue. Lama kami bercanda sambil bergumul kayak anak kucing, capek, &lt;br /&gt;kita berdua masing-masing diem sambil tarik napas dalem-dalem.&lt;br /&gt;Ngeliat tante wiwi terlentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, Gue yang &lt;br /&gt;emang udah kesetanan gak tahan, gue kangkangin dia dan langsung gue arahin rudal &lt;br /&gt;gue ke lobang memeknya, gue entot ! Kontol gue gue selipin disela-sela bibir &lt;br /&gt;memeknya, perlahan-lahan gue tusuk dan ococ. ogoooohhhhhhhhhggg ococ..ehhhhhhhh ocococ. &lt;br /&gt;og. Kontol gue perlahan tapi pasti mulai amblas. Setelah amblas seluruhnya gue &lt;br /&gt;tarik napas dalam-dalam dan kembali bibir tante wiwi gue lumat, sambil gue grepe &lt;br /&gt;kedua toketnya. Setelah tenang aku mulai angkat perlahan-lahan batang kontol &lt;br /&gt;gue, pas tinggal kepalanya doang yang nyisa gue teken lagi, oguuuuhhhhh ococ og, &lt;br /&gt;kembali tante wiwi mendesah. Lama-lama kayuhan gue semakin lancar, maju mundur, &lt;br /&gt;kadang-kadang gue puterin kayak orang lagi ngebor, dan tante wiwi mengerang &lt;br /&gt;keras og hhhhhhhhhhmmmmmmm ococ..oooooouuuuuuuuughhhhhhhhhhh og. rupanya dia &lt;br /&gt;menyukainya. Gue terus goyang, pas gue capek, tante wiwi ambil inisiatip. Dia &lt;br /&gt;peluk gue erat dan berguling kesisi kanan. Sekarang dia naek turun diatas gue, &lt;br /&gt;ogooooohhhhhhh oc. Aaddddddduuuuuhhhhh taaaannnntttthhhhh oc. Ttteeeerrrrruuussssoh, &lt;br /&gt;erang gue sambil tangan gue remes toket dia keras banget. oguhhh oc.. uuuuuhhhh oc. &lt;br /&gt;Uuuhhhh oc. Yyyyyeeeeessss oc. Yyyyyeeeessss oe, jeritnya sambil kedua tangannya &lt;br /&gt;ngejambak-jambak rambutnya sendiri. Leleah naik turun tante wiwi peluk gue &lt;br /&gt;sambil kiss gue, gue lingkerin tangan gue ke belakang, gue jamah bongkahan &lt;br /&gt;pantatnya dan gue mulai tusuk dia dari bawah. og mmmmmmhhhhh oc. Mmmmhhhhoh, gue &lt;br /&gt;tusuk terus. Gak lama tante wiwi bangkit dan kembali naik turun. Dia cengkeram &lt;br /&gt;lengan gue kenceng banget, ngeliat keadaan kayak gitu gue langsung pro-aktif, &lt;br /&gt;gue juga gak mau kalah, tusukan gue dari bawah gue tambah frekwensinya, dan &lt;br /&gt;hasilnya ocococ.. gak lama tante wiwi menggenjot pantatnya dengan gila sambil &lt;br /&gt;teriak-teriak, ogaaaaaaahhhhh oc.. oooohhhh oc.. ooooohhhhh oc. Tante mau &lt;br /&gt;sssssssssaaaaammmmppppp ococ..oh, belum selesai ngomong gitu tante wiwi teken &lt;br /&gt;keras-keras pantatnya kebawah, terasa otot-otot memeknya berkontraksi dengan &lt;br /&gt;sangat keras, dia jatuhkan diri diatas badan gue. Dengan napas masih memburu dia &lt;br /&gt;kecup dan lumat bibir gue, oghhhhuuuhhhh, kamu hebat banget sih de, sama CW kamu &lt;br /&gt;atau sama perek kamu biasanya hah ?oh.ohenggak koq tante, ya baru sama tante aja &lt;br /&gt;sekarang.oh. ogalah, sama setiap CW yang kamu tidurin juga jawabanya pasti sama.oh, &lt;br /&gt;katanya sambil ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih tante wiwi &lt;br /&gt;masuk lagi kekamar.&lt;br /&gt;Didepan pintu kamar mandi gue sergap dia, gue angkat satu pahanya dan gue tusuk &lt;br /&gt;sambil gerdiri.ohaduh kok ganas banget sih kamu !oh, katanya setengah membentak. &lt;br /&gt;Gue gak mau tahu, gue dorong dia ke dinding gue hajar terus memeknya dengan &lt;br /&gt;rudal gue. mUlutnya gue sumbat, gue lumat dalem-dalem. Setelah tante wiwi mulai &lt;br /&gt;terdengar lenguhannya, gue gendong dia sambil pautan kontol gue tetep di &lt;br /&gt;pertahankan. Gue bawa dia ke meja rias yang berbentuk Consol, gue letakan &lt;br /&gt;tantatnya diatas meja itu. Sekarang gue bisa lebih bebas ngentot dia sambil &lt;br /&gt;menikmati toketnya. Sambil gue ayun, mulut gue dengan sistematis menjelajah &lt;br /&gt;bukit didadanya, dan seperti biasanya (dan ini juga yang biasanya dilakukan CW) &lt;br /&gt;dia teken belakang kepala gue ke dadanya, dan gue turutin, abis emang enak dan &lt;br /&gt;nikmat banget. ogaaaaaahhhh ocococ.. ssssssshhhhh ococ. Oooohhhhh ococ uuuuuuuuggggghhhh &lt;br /&gt;ococ mmmmmhhhh.oh, tante wiwi terus meracau.&lt;br /&gt;Bosen sengan posisi gitu gue cabut kontol gue dan gue suruh tante wiwi nungging. &lt;br /&gt;Sambil kedua tangannya megangin bibir meja. Dalam keadaan nungging gitu tante &lt;br /&gt;wiwi keliatan lebih aduhai ! bongkahan pantatnya yang kuning dan mulus itu yang &lt;br /&gt;bikin gue gak tahan. Gue pegang kontol gue dan langsung gue arahin memeknya. Gue &lt;br /&gt;gesekin ke itilnya, dan dia mulai mengerang nikmat. Gak sabar gue tusukin &lt;br /&gt;sekaligus. Langsung gue kayuh, dan dalam posisi ini tante wiwi bisa lebih aktif &lt;br /&gt;memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit.ohaaaahhhhhh ddddeeeeee &lt;br /&gt;ttttaaaaannnnnteeeee mmmmoooo oc.. kkkeeeee lllllluuuuarrrrr lagggiiiiococ. og, &lt;br /&gt;racaunya. Tante wiwi goyangnya menggila dan gak lama tangan kananya menggapai &lt;br /&gt;kebelakang, dia tarik pantat gue supaya menusuk lebih keras lagi. Gue layani &lt;br /&gt;dia, sementara gue sendiri emang kerasa udah deket. Tante wiwi mwngwrang dengan &lt;br /&gt;sangat keras sambil jepit tool gue dengan kedua pahanya. Gue tetep dengan aksi &lt;br /&gt;gue. Gue raih badannya yang keliatan udah mulai mengendur. Gue peluk dari &lt;br /&gt;belakang, gue taruh tangan gue dbawah toketnya, dengan agak kasar gue urut &lt;br /&gt;toketnya dari barwah ke atas dan gue remes dengan keras.oheennngghhhhh &lt;br /&gt;oc..oooohhhhh ococohhhhhhh ococ.aaaaaaahhhhhhhhhoh, gak lama setelah itu bendungan gue &lt;br /&gt;jebol, gue tusuk keras banget, dan peju gue nyemprot lima kali didalem.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-2897524137238471065?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/2897524137238471065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/tante-senggama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/2897524137238471065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/2897524137238471065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/tante-senggama.html' title='Tante Senggama'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7W0H2b7uPgI/Ts6AgqxlfWI/AAAAAAAAAEI/kS-1Av3KubI/s72-c/bokrep+cewek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-1734486270262403344</id><published>2011-11-24T09:26:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T09:26:33.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Janda'/><title type='text'>Janda Kembang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-61lQNtHc8bc/Ts5-Dg_S5aI/AAAAAAAAAEE/idSshi8Yi3Q/s1600/gambar+pepek+perawan.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-61lQNtHc8bc/Ts5-Dg_S5aI/AAAAAAAAAEE/idSshi8Yi3Q/s1600/gambar+pepek+perawan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;Christine dan aku tertidur tanpa sehelai benangpun hingga pagi hari. Kulihat &lt;br /&gt;Christine disebelahku menggeliat tanda ia terbangun. Badan Christine yang begitu &lt;br /&gt;mulus baru kusadari setelah hampir 2 tahun kukenal dia sebagai teman kerja &lt;br /&gt;praktikum kuliahku. Bagai seorang bocah kecil dielus-elusnya dadaku sambil &lt;br /&gt;matanya terus terpejam, sambil memegang batang kemaluanku dia berbisik baru kali &lt;br /&gt;ini ia mendapatkan kenikmatan yang menjadikan dirinya bagaikan terbang menembus &lt;br /&gt;langit Tangan yang mungil masih terus mempermainkan batang kemaluanku. Kutahu &lt;br /&gt;bahwa ia ingin melakukan sekali lagi, desah nafas tadi malam terdengar kembali &lt;br /&gt;dari bibirnya yang mungil yang kini sedang menciumi dadaku . Kutetap diam untuk &lt;br /&gt;memancing rasa penasaran yang menghinggapinya. Ciuman yang dia berikan sudah &lt;br /&gt;berubah menjadi jilatan-jilatan liar diseluruh tubuhku sambil berkata ingin &lt;br /&gt;seperti kemarin. Badannya yang menggeliat-geliat diatas tubuhku terus menerus &lt;br /&gt;memintaku untuk menggarapnya. Keinginanku memang timbul kembali , tetapi sengaja &lt;br /&gt;tak kuberi respon yang berarti untuk melihat sejauh mana dia meminta padaku. &lt;br /&gt;Tangan yang sebelumnya memegang batang kemaluanku, kini memegang vaginanya &lt;br /&gt;sendiri sambil membalikkan badannya menghadap langit-langit dan tetap berada &lt;br /&gt;diatas tubuhku. Desah nafas dan gerakan menjadi begitu brutal dan tidak &lt;br /&gt;terkendali, sambil terus memegang vaginanya ia bangun dan menempelkan vaginannya &lt;br /&gt;pada bibirku untuk dijilatinya. Badanku yang masih berbaring melihat dengan &lt;br /&gt;begitu jelasnya bagaimana dia mempermainkan clitoris pada vaginanya didepan &lt;br /&gt;bibirku, wangi yang khas dan cairan bening membasahi vaginanya. Kurasa tangan &lt;br /&gt;yang mungil kembali memegang kemaluanku sambil kemudian diisapkan lewat &lt;br /&gt;mulutnya. Kini ia mengulum kemaluanku dengan begitu liar dan tangannya sambil &lt;br /&gt;memegang clitorisnya sendiri yang berada tepat dibibirku. Keinginanku yang &lt;br /&gt;memang sengaja kutahan sudah tidak dapat dikelabuinya. Kini kumulai menjilati &lt;br /&gt;clitoris hingga lubang anus yang berada dihadapanku. Respon yang kuberikan &lt;br /&gt;menjadikan dia menjadi begitu bersemangat, hingga rasanya hampir seluruh batang &lt;br /&gt;kemaluanku habis ditelannya. Kejadian tadi malam dimana dia memasukkan &lt;br /&gt;telunjuknya pada lubang anusku, memberikan ide untuk melakukannya padanya. &lt;br /&gt;Telunjukku yang cukup basah mulai ku usap-usap pada liang anusnya sambil tidak &lt;br /&gt;melepaskan jilatanku pada clitorisnya, kumasukkan telunjukku perlahan pada &lt;br /&gt;lubang anusnya, terdengar geraman nikmat dari dirinya tanda dia menikmati &lt;br /&gt;permainanku. Hampir seluruh telunjukku masuk kedalam anusnya, badannya bergetar &lt;br /&gt;hebat diiringi dengan suaranya bagai seekor kuda pacu dan balasan dari permainan &lt;br /&gt;tangan dan mulutnya pada bagian selangkanganku. Aku sudah benar-benar kehilangan &lt;br /&gt;kontrol kusuruh dia tetap pada posisinya tengkurap dengan pantatnya siap untuk &lt;br /&gt;digarap. Kemaluanku yang cukup besar hampir lima kali telunjukku kuarahkan pada &lt;br /&gt;lubang anusnya yang berada dihadapanku. Terasa seret tapi akhirnya masuk seluruh &lt;br /&gt;batang kemaluanku pada anusnya. Kulihat dia menggigit bantal untuk menahan &lt;br /&gt;birahinya yang sudah tidak terkendali. Saya dimintanya menggenjotnya walaupun &lt;br /&gt;agak sedikit seret, terus kulakukan hingga badanku benar-benar bermandi &lt;br /&gt;keringat, kulihat juga tangannya masih memegang clitorisnya sendiri. Tenaga yang &lt;br /&gt;masih tersisa kuberikan padanya hingga kucapai klimaksku dan kubiarkan air &lt;br /&gt;maniku mengalir didalam lubang anusnya yang mengantarkan ia mencapai klimaknya &lt;br /&gt;sebanyak tiga kali pada pagi ini..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-1734486270262403344?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/1734486270262403344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/janda-kembang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/1734486270262403344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/1734486270262403344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/janda-kembang.html' title='Janda Kembang'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-61lQNtHc8bc/Ts5-Dg_S5aI/AAAAAAAAAEE/idSshi8Yi3Q/s72-c/gambar+pepek+perawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-700406591770193925</id><published>2011-11-24T08:51:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T08:58:27.942-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Janda'/><title type='text'>Janda Nakal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hVACo7DrPDA/Ts51fiwIiQI/AAAAAAAAADU/25DM0Z_W4R0/s1600/008.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-hVACo7DrPDA/Ts51fiwIiQI/AAAAAAAAADU/25DM0Z_W4R0/s320/008.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-D3slT1-vSew/Ts52mdwKhAI/AAAAAAAAADk/yS0awBW9SbM/s1600/012.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-D3slT1-vSew/Ts52mdwKhAI/AAAAAAAAADk/yS0awBW9SbM/s320/012.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini adalah hari pertamaku tinggal di kota Bandung. Karena tugas kantorku, &lt;br /&gt;aku terpaksa tinggal di Bandung selama 5 hari dan week end di Jakarta. Di kota &lt;br /&gt;kembang ini, aku menyewa kamar di rumah temanku. Menurutnya, rumah itu hanya &lt;br /&gt;ditinggali oleh Ayahnya yang sudah pikun, seorang perawat, dan seorang pembantu. &lt;br /&gt;"Rumah yang asri" gumamku dalam hati. Halaman yang hijau, penuh tanaman dan &lt;br /&gt;bunga yang segar dikombinasikan dengan kolam ikan berbentuk oval. Aku mengetuk &lt;br /&gt;pintu rumah tersebut beberapa kali sampai pintu dibukakan. Sesosok tubuh &lt;br /&gt;semampai berbaju serba putih menyambutku dengan senyum manisnya. "Pak Rafi ya.." &lt;br /&gt;"Ya.., saya temannya Mas Anto yang akan menyewa kamar disini..Lho, kamu kan &lt;br /&gt;pernah kerja di tetanggaku?" jawabku surprise. Perawat ini memang pernah bekerja &lt;br /&gt;pada tetanggaku di Bintaro sebagai baby sitter. "Iya.. saya dulu pengasuhnya &lt;br /&gt;Aurelia. Saya keluar dari sana karena ada rencana untuk kawin lagi. Saya kan &lt;br /&gt;dulu janda pak.. tapi mungkin belum jodo.. ee dianya pergi sama orang lain.. ya &lt;br /&gt;sudah, akhirnnya saya kerja di sini.." Mataku memandangi sekujur tubuhnya. Tati &lt;br /&gt;-- nama si perawat itu -- secara fisik memang tidak pantas menjadi seorang &lt;br /&gt;perawat. Kulitnya putih mulus, wajahnya manis, rambutnya hitam sebahu, buah &lt;br /&gt;dadanya sedang menantang, dan kakinya panjang semampai. Kedua matanya yang &lt;br /&gt;bundar memandang langsung mataku, seakan ingin mengatakan sesuatu. Aku tergagap &lt;br /&gt;dan berkata "Ee.. Mbak Tati, Bapak ada?" "Bapak sedang tidur. Tapi Mas Anto &lt;br /&gt;sudah nitip sama saya. Mari saya antarkan ke kamar..". Tati menunjukkan kamar &lt;br /&gt;yang sudah disediakan untukku. Kamar yang luas, ber AC, tempat tidur besar, &lt;br /&gt;kamar mandi sendiri, dan sebuah meja kerja. Aku meletakkan, koporku di lantai &lt;br /&gt;sambil meliat berkeliling, sementara Tati merunduk merapikan sprei ranjangku. &lt;br /&gt;Tanpa sengaja aku melirik Tati yang sedang menunduk. Dari balik baju putihnya &lt;br /&gt;yang kebetulan berdada rendah, terlihat dua buah dadanya yang ranum bergayut di &lt;br /&gt;hadapanku. Ujung buah dada yang berwarna putih itu ditutup oleh BH berwarna &lt;br /&gt;pink. Darahku terkesiap. Ahh.. perawat cantik, janda, di rumah yang relatif &lt;br /&gt;kosong..&lt;br /&gt;Sadar melihat aku terkesima akan keelokan buah dadanya, dengan tersipu-sipu Tati &lt;br /&gt;menghalangi pemandangan indah itu dengan tangannya. "Semuanya sudah beres Pak.. &lt;br /&gt;silakan beristirahat.." "Ee.. ya.. terima kasih" jawabku seperti baru saja &lt;br /&gt;terlepas dari lamunan panjang.&lt;br /&gt;Sore itu aku berkenalan dengan ayah Anto yang sudah pikun itu. Ia tinggal &lt;br /&gt;sendiri di rumah itu setelah ditinggalkan oleh istrinya 5 tahun yang lalu. &lt;br /&gt;Selama beramah tamah dengan sang Bapak, mataku tak lepas memandangi Tati. Sore &lt;br /&gt;itu ia menggunakan daster tipis yang dikombinasikan dengan celana kulot yang &lt;br /&gt;juga tipis. Buah dadanya nampak semakin menyembul dengan dandanan seperti itu. &lt;br /&gt;Di rumah itu ada seorang pembantu berumur sekitar 17 tahun. Mukanya manis, &lt;br /&gt;walaupun tidak secantik Tati. Badannya bongsor dan motok. Ani namanya. Ia yang &lt;br /&gt;sehari-hari menyediakan makan untukku.&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu. Karena kepiawaianku dalam bergaul, aku sudah sangat &lt;br /&gt;akrab dengan orang-orang di rumahku. Bahkan Ani sudah biasa mengurutku dan Tati &lt;br /&gt;sudah berani untuk ngobrol di kamarku. Bagi janda muda itu, aku sudah merupakan &lt;br /&gt;tempat mencurahkan isi hatinya. Begitu mudah keakraban itu terjadi hingga &lt;br /&gt;kadang-kadang Tati merasa tidak perlu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamarku. &lt;br /&gt;Sampai suatu malam, ketika itu hujan turun dengan lebatnya. Aku, karena sedang &lt;br /&gt;suntuk memasang VCD porno kesukaanku di laptopku. Tengah asik2nya aku menonton &lt;br /&gt;tanpa sadar aku menoleh ke arah pintu, astaga.. Tati tengah berdiri disana &lt;br /&gt;sambil juga ikut menonton. Rupanya aku lupa menutup pintu, dan ia tertarik akan &lt;br /&gt;suara-suara erotis yang dikeluarkan oleh film produksi Vivid interactive itu. &lt;br /&gt;Ketika sadar bahwa aku mengetahui kehadirannya, Tati tersipu dan berlari ke luar &lt;br /&gt;kamar. "Mbak Tati.." panggilku seraya mengejarnya ke luar. Kuraih tangannya dan &lt;br /&gt;kutarik kembali ke kamarku. "Mbak Tati.. mau nonton bareng? Ngga apa-apa kok.. " &lt;br /&gt;"Ah, ngga Pak.. malu aku.." katanya sambil melengos. "Lho.. kok malu.. kayak &lt;br /&gt;sama siapa saja.. kamu itu.. wong kamu sudah cerita banyak tentang diri kamu dan &lt;br /&gt;keluarga..dari yang jelek sampai yang bagus.. masak masih ngomong malu sama &lt;br /&gt;aku??" Kataku seraya menariknya ke arah ranjangku. "Yuk kita nonton bareng &lt;br /&gt;yuk.." Aku mendudukkan Tati di ranjangku dan pintu kamarku kukunci. Dengan &lt;br /&gt;santai aku duduk di samping Tati sambil mengeraskan suara laptop ku. &lt;br /&gt;Adegan-adegan erotis yang diperlihatkan ke 2 bintang porno itu memang &lt;br /&gt;menakjubkan. Mereka bergumul dengan buas dan saling menghisap. Aku melirik Tati &lt;br /&gt;yang sedari tadi takjub memandangi adegan-adegan panas tersebut. Terlihat ia &lt;br /&gt;berkali-kali menelan ludah. Nafasnya mulai memburu, dan buah dadanya terlihat &lt;br /&gt;naik turun. Aku memberanikan diri untuk memegang tangannya yang putih mulus &lt;br /&gt;itu.. Tati tampak sedikit kaget, namun ia membiarkan tanganku membelai telapak &lt;br /&gt;tangannya. Terasa benar bahwa telapak tangan Tati basah oleh keringat. Aku &lt;br /&gt;membelai-belai tangannya seraya perlahan-lahan mulai mengusap pergelangan &lt;br /&gt;tangannya dan terus merayap ke arah ketiaknya. Tati nampak pasrah saja ketika &lt;br /&gt;aku memberanikan diri melingkarkan tanganku ke bahunya sambil membelai mesra &lt;br /&gt;bahunya. Namun ia belum berani untuk menatap mataku. Sambil memeluk bahunya, &lt;br /&gt;tangan kananku kumasukkan ke dalam daster melalui lubang lehernya. Tanganku &lt;br /&gt;mulai merasakan montoknya pangkal buah dada Tati. Kubelai-belai seraya sesekali &lt;br /&gt;kupencet dagung empuk yang menggunung di dada bagian kanannnya. Ketika kulihat &lt;br /&gt;tak ada reaksi dari Tati, secepat kilat kusisipkan tangganku ke dalam BH nya.. &lt;br /&gt;ku angkat cup BH nya dan… kugenggam buah dada ranum si janda muda itu. &lt;br /&gt;"Ohhh..Pak.. jangan.." Bisiknya dengan serak seraya menoleh ke arahku dan &lt;br /&gt;mencoba menolak dengan menahan pergelangan tangan kananku dengan tangannya. &lt;br /&gt;"Sshh..ngga apa-apa mbak..ngga apa-apa.. " "Nnanti ketauanhh.." "Nggaa..jangan &lt;br /&gt;takut.." Kataku seraya dengan sigap memegang ujung puting buah dada Tati dengan &lt;br /&gt;ibu jari dan telunjukku, lalu kupelintir-pelintir ke kiri dan kanan. "Ooh..hhh.. &lt;br /&gt;Pak.. Ouh..jj..jjanganhh..ouh.." Tati mulai merintih-rintih sambil memejamkan &lt;br /&gt;matanya. Pegangan tangannya mulai mengendor di pergelangan tanganku. Saat itu &lt;br /&gt;juga, kusambar bibirnya yang sedari tadi sudah terbuka karena merintih-rintih. &lt;br /&gt;"Ouhh..mmff..cuphh.. mpffhhh.." Dengan nafas tersengal-sengal Tati mulai &lt;br /&gt;membalas ciumanku. Kucoba mengulum lidahnya yang mungil, ketika kurasakan ia &lt;br /&gt;mulai membalas sedotanku. Bahkan ia kini mencoba menyedot lidahku ke dalam &lt;br /&gt;mulutnya seakan ingin menelannya bulat-bulat. Tangannya kini sudah tidak menahan &lt;br /&gt;pergelanganku lagi, namun kedua-duanya sudah melingkari leherku. Malahan tangan &lt;br /&gt;kanannya digunakannya untuk menekan belakang kepalaku sehingga ciuman kami &lt;br /&gt;berdua semakin lengket dan bergairah. Momentum ini tak kusia-siakan. Sementara &lt;br /&gt;Tati melingkarkan kedua tangannya di leherku, aku pun melingkarkan kedua &lt;br /&gt;tanganku di pinggangnya. Aku melepaskan bibirku dari kulumannya, dan aku mulai &lt;br /&gt;menciumi leher putih Tati dengan buas. "Aaahh..Ouhh.." Tati menggelinjang &lt;br /&gt;kegelian dan tanganku mulai menyingkap daster di bagian pinggangnya. Kedua &lt;br /&gt;tanganku merayap cepat ke arah tali BH nya dan.. tasss.. terlepaslah BH nya dan &lt;br /&gt;dengan sigap kualihkan kedua tanganku ke dadanya. Saat itulah lurasakan betapa &lt;br /&gt;kencang dan ketatnya kedua buah dada Tati. Kenikmatan meremas-remas dan &lt;br /&gt;mempermainkan putingnya itu terasa betul sampai ke ujung sarafku. Penisku yang &lt;br /&gt;sedari tadi sudah menegang terasa semakin tegang dan keras. Rintihan-rintihan &lt;br /&gt;Tati mulai berubah menjadi jeritan-jeritan kecil terutama saat kuremas buah &lt;br /&gt;dadanya dengan keras. Tati sekarang lebih mengambil inisiatif. Dengan napasnya &lt;br /&gt;yang sudah sangat terengah-engah, ia mulai menciumi leher dan mukaku. Ia bahkan &lt;br /&gt;mulai berani menjilati dan menggigit daun telingaku ketika tangan kananku mulai &lt;br /&gt;merayap ke arah selangkangannya. Dengan cepat aku menyelipkan jari-jariku ke &lt;br /&gt;dalam kulotnya melalui perut, langsung ke dalam celana dalamnya. Walaupun kami &lt;br /&gt;berdua masih dalam keadaan duduk berpelukan di atas ranjang, posisi paha Tati &lt;br /&gt;saat itu sudah dalam keadaan mengangkang seakan memberi jalan bagi jari jemariku &lt;br /&gt;untuk secepatnya mempermainkan kemaluannya.&lt;br /&gt;Hujan semakin deras saja mengguyur kota Bandung. Sesekali terdengar suara guntur &lt;br /&gt;bersahutan. Namun cuaca dingin tersebut sama sekali tidak mengurangi gairah kami &lt;br /&gt;berdua di saat itu. Gairah seorang lajang yang memiliki libido yang sangat &lt;br /&gt;tinggi dan seorang janda muda yang sudah lama sekali tidak menikmati sentuhan &lt;br /&gt;lelaki. Tati mengeratkan pelukannya di leherku ketika jemariku menyentuh &lt;br /&gt;bulu-bulu lebat di ujung vaginanya. Ia menghentikan ciumannya di kupingku dan &lt;br /&gt;terdiam sambil terus memejamkan matanya. Tubuhnya terasa menegang ketika jari &lt;br /&gt;tengahku mulai menyentuh vaginanya yang sudah terasa basah dan berlendir itu. &lt;br /&gt;Aku mulai mempermainkan vagina itu dan membelainya keatas dan kebawah. "Ouuhh &lt;br /&gt;Pak..ouhhh.. aaahhh..g..g.ggelliiihh…" Tati sudah tidak bisa berkata-kata lagi &lt;br /&gt;selain merintih penuh nafsu ketika clitorisnya kutemukan dan kupermainkan. &lt;br /&gt;Seluruh badan Tati bergetar dan bergelinjang. Ia nampak sudah tak dapat &lt;br /&gt;mengendalikan dirinya lagi. Jeritan-jeritannya mulai terdengar keras. Sempat &lt;br /&gt;juga aku kawatir dibuatnya. Jangan-jangan seisi rumah mendengar apa yang tengah &lt;br /&gt;kami lakukan. Namun kerasnya suara hujan dan geledek di luar rumah &lt;br /&gt;menenangkanku. Benda kecil sebesar kacang itu terasa nikmat diujung jari &lt;br /&gt;tengahku ketika aku memutar-mutarnya. Sambil mempermainkan clitorisnya, aku &lt;br /&gt;mulai menundukkan kepalaku dan menciumi buah dadanya yang masih tertutupi oleh &lt;br /&gt;daster. Seolah mengerti, Tati menyingkapkan dasternya ke atas, sehingga dengan &lt;br /&gt;jelas aku bisa melihat buah dadanya yang ramun, kenyal dan berwarna putih mulus &lt;br /&gt;itu bergantung di hadapanku. Karena nafsuku sudah memuncak, dengan buas kusedot &lt;br /&gt;dan kuhisap buah dada yang berputing merah jambu itu. Putingnya terasa keras di &lt;br /&gt;dalam mulutku menandakan nafsu janda muda itu pun sudah sampai di puncak. Tati &lt;br /&gt;mulai menjerit-jerit tidak karuan sambil menjambak rambutku. Sejenak kuhentikan &lt;br /&gt;hisapanku dan bertanya "enak mbak ??". Sebagai jawabannya, Tati membenamkan &lt;br /&gt;kembali kepalaku ke dalam ranumnya buah dadanya. Jari tengahku yang masih &lt;br /&gt;mempermainkan clitorisnya kini kuarahkan ke lubang vagina Tati yang sudah &lt;br /&gt;menganga karena basah dan posisi pahanya yang mengangkang. Dengan pelan tapi &lt;br /&gt;pasti kubenamkan jari tengahku itu ke dalamnya dan… "Auuhhh… P.Paaaak..hhhh" &lt;br /&gt;Tati menjerit dan menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang "terrusshh..auhh.." &lt;br /&gt;Kugerakkan jariku keluar masuk di vaginanya dan Tati menggoyangkan pingggulnya &lt;br /&gt;mengikuti irama keluar masuknya jemariku itu. Aku menghentikan ciumanku di buah &lt;br /&gt;dada Tati dan mulai mengecup bibir ranum janda itu. Matanya tak lagi terpejam, &lt;br /&gt;tapi memandang sayu ke mataku seakan berharap kenikmatan yang ia rasakan ini &lt;br /&gt;jangan pernah berakhir. Tangan kiriku yang masih bebas, membimbing tangan kanan &lt;br /&gt;Tati ke balik celana pendekku. Ketika tangannya menyentuh penisku yang sudah &lt;br /&gt;sangat keras dan besar itu, terlihat ia agak terbelalak karena belum pernah &lt;br /&gt;melihat bentuk yang panjang dan besar seperti itu. Tati meremas penisku dan &lt;br /&gt;mulai mengocoknya naik turun naik turun.. kocokan yang nikmat yang membuatku &lt;br /&gt;tanpa sadar melenguh "Ahhh.. mbaaak.. enaknya…terusin..". Saat itu kami berdua &lt;br /&gt;berada pada puncaknya nafsu. Aku yakin bahwa Mbak Tati sudah ingin secepatnya &lt;br /&gt;memasukkan penisku kedalam vaginanya. Ia tidak mengatakannya secara langsung, &lt;br /&gt;namun dari tingkahnya menarik penisku dan mendekatkannya ke vaginanya sudah &lt;br /&gt;merupakan pertanda. Namun, di detik-detik yang paling menggairahkan itu terdegar &lt;br /&gt;suara si Bapak tua berteriak "Tatiiii.. Tatiiii…". Kami berdua tersentak. Ku &lt;br /&gt;keluarkan jemariku dari vaginanya, Tati melepaskan kocokannya dan ia membenahi &lt;br /&gt;pakaian dan rambutnya yang berantakan. Sambil mengancingkan kembali BH nya ia &lt;br /&gt;keluar dari kamarku menuju kamar Bapak tua itu. Sialan !! kepalaku terasa &lt;br /&gt;pening. Begitulah penyakitku kalau libidoku tak tersalurkan.&lt;br /&gt;Beberapa saat lamanya aku menanti siapa tahu janda muda itu akan kembali ke &lt;br /&gt;kamarku. Tapi nampaknya ia sibuk mengurus orang tua pikun itu, sampai aku &lt;br /&gt;tertidur. Entah berapa lama aku terlelap, tiba-tiba aku merasa napasku sesak. &lt;br /&gt;Dadaku serasa tertindih suatu beban yang berat. Aku terbangun dan membuka &lt;br /&gt;mataku. Aku terbelalak, karena tampak sesosok tubuh putih mulus telanjang bulat &lt;br /&gt;menindih tubuhku. "Mbak Tati ?.." Tanyaku tergagap karena masih mengagumi &lt;br /&gt;keindahan tubuh mulus yang berada di atas tubuhku. Lekukan pinggulnya terlihat &lt;br /&gt;landai, dan perutnya terasa masih kencang. Buah dadanya yang lancip dan montok itu menindih dadaku yang masih terbalut piyama itu. Seketika, rasa kantukkuhilang.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XFpm7SC_6Ek/Ts53K8j-nzI/AAAAAAAAADs/Yk9KgkApHwA/s1600/014.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-XFpm7SC_6Ek/Ts53K8j-nzI/AAAAAAAAADs/Yk9KgkApHwA/s1600/014.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mbak Tati tersenyum simpul ketika tangannya memegang celanaku dan &lt;br /&gt;merasakan betapa penisku sudah kembali menegang. "Kita tuntaskan ya mbak ?" &lt;br /&gt;Kataku sambil menyambut kuluman lidahnya. Sambil dalam posisi tertindih aku &lt;br /&gt;menanggalkan seluruh baju dan celanaku. Kegairahan yang sempat terputus itu, &lt;br /&gt;mendadak kembali lagi dan terasa bahkan lebih menggila. Kami berdua yang sudah &lt;br /&gt;dalam keadaan bugil saling meraba, meremas, mencium, merintih dengan keganasan &lt;br /&gt;yang luar biasa. Mbak Tati sudah tidak malu-malu lagi menggoyangkan pinggulnya &lt;br /&gt;diatas penisku sehingga bergesekan dengan vaginanya. Tidak lebih dari 5 menit, &lt;br /&gt;aku merasakan bahwa nafsu syahwat kami sudah kembali berada dipuncak. Aku tak &lt;br /&gt;ingin kehilangan momen lagi. Kubalikkan tubuh Tati, dan kutindih sehingga &lt;br /&gt;keempukan buah dadanya terasa benar menempel di dadaku. Perutku menggesek nikmat &lt;br /&gt;perutnya yang kencang, dan penisku yang sudah sangat menegang itu bergesekan &lt;br /&gt;dengan vaginanya. "Mbak.. buka kakinya.. sekarang kamu akan merasakan sorganya &lt;br /&gt;dunia mbak.." bisikku sambil mengangkangkan kedua pahanya. Sambil &lt;br /&gt;tersengal-sengal Tati membuka pahanya selebar-lebarnya. Ia tersenyum manis &lt;br /&gt;dengan mata sayunya yang penuh harap itu. "Ayo Pak.. masukkan sekarang…" Aku &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Nj729b8vL2Y/Ts53dyIzQ7I/AAAAAAAAAD0/0E7eW-NKgZY/s1600/007.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-Nj729b8vL2Y/Ts53dyIzQ7I/AAAAAAAAAD0/0E7eW-NKgZY/s200/007.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;menempelkan kepala penisku yang besar itu di mulut vagina Tati. Perlahan-lahan &lt;br /&gt;aku memasukkannya ke dalam, semakin dalam, semakin dalam dan…"Aaa.. &lt;br /&gt;Aooohh..Pp.paakh…..aaaahh.." rintihnya sambil membelalakkan matanya ketika &lt;br /&gt;hampir seluruh penisku kubenamkan ke dalam vaginanya. Setelah itu "Blesss…" &lt;br /&gt;dengan sentakan yang kuat kubenamkan habis penisku diiringi jeritan erotisnya &lt;br /&gt;"Ahhhhh…besarnyah…ennnakk ppaak..". Aku mulai memompakan penisku keluar masuk &lt;br /&gt;keluar masuk. Gerakanku makin cepat dan cepat. Semakin cepat gerakanku, semakin &lt;br /&gt;keras jeritan Tati terdengar di kamarku. Pinggul janda muda itu pun &lt;br /&gt;berputar-putar dengan cepat mengikuti irama pompaanku. Kadang-kadang pinggulnya &lt;br /&gt;sampai terangkat-angkat untuk mengimbangi kecepatan naik turunnya pinggulku. &lt;br /&gt;Buah dadanya yang terlihat bulat dalam keadaan berbaring itu bergetar dan &lt;br /&gt;bergoyang kesana kemari. Sungguh menggairahkan !! Tiba-tiba aku merasakan &lt;br /&gt;pelukannya semakin mengeras. Terasa kuku-kukunya menancap di punggungku. &lt;br /&gt;Otot-ototnya mulai menegang. Nafas perempuan itu juga semakin cepat. Tiba-tiba &lt;br /&gt;tubuhnya mengejang, mulutnya terbuka, matanya terpejam,dan alisnya merengut &lt;br /&gt;"Aaaaahhhhhhh.." Tati menjerit panjang seraya menjambak rambutku, dan penisku &lt;br /&gt;yang masih bergerak masuk keluar itu terasa disiram oleh suatu cairan hangat. &lt;br /&gt;Dari wajahnya yang menyeringai, tampak janda muda itu tengah menghayati &lt;br /&gt;orgasmenya yang mungkin sudah lama tidak pernah ia alami itu. Aku tidak &lt;br /&gt;mengendurkan goyangan pinggulku, karena aku sedang berada di puncak kenikmatanku &lt;br /&gt;"Mbak.. goyang terus mbak.. aku juga mau keluar.." Tati kembali menggoyang &lt;br /&gt;pinggulnya dengan cepat dan beberapa detik kemudian, seluruh tubuhku menegang &lt;br /&gt;"keluarkan di dalam saja pak…" bisik Tati "aku masih pakai IUD…" Begitu Tati &lt;br /&gt;selesai berbisik, aku melenguh "Mbak..aku keluar..aku keluarr….aaahhhh.." dan.. &lt;br /&gt;crat..crat.. craaaat.. kubenamkan penisku dalam-dalam di vagina perempuan itu. &lt;br /&gt;Seakan mengerti, Tati mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi sehingga puncak &lt;br /&gt;kenikmatan ini terasa benar hingga ke tulang sum-sumku.&lt;br /&gt;Kami berdua terkulai lemas sambil memejamkan mata. Pikiran kami melayang-layang &lt;br /&gt;entah kemana. Tubuhku masih menindih tubuh montok Tati. Kami berdua masih saling &lt;br /&gt;berpelukan dan aku pun membayangkan hari-hari penuh kenikmatan yang akan kualami &lt;br /&gt;sesudah itu di Bandung.&lt;br /&gt;Sejak kejadian malam itu, kesibukan di kantorku yang luar biasa membuatku sering &lt;br /&gt;pulang larut malam. Kepenatanku selalu membuatku langsung tertidur lelap. &lt;br /&gt;Kesibukan ini bahkan membuat aku jarang bisa berkomunikasi dengan Tati. Walaupun &lt;br /&gt;begitu, sering juga aku mempergunakan waktu makan siangku untuk mampir ke rumah &lt;br /&gt;dengan maksud untuk melakukan sex during lunch. Sayang, di waktu tersebut &lt;br /&gt;ternyata Ayah Anto senantiasa dalam keadaan bangun sehingga niatku tak pernah &lt;br /&gt;kesampaian. Namun suatu hari aku cukup beruntung walaupun orang tua itu tidak &lt;br /&gt;tidur. Aku mendapat apa yang kuinginkan. Ceritanya sebagai berikut: Tati diminta &lt;br /&gt;oleh Ayah Anto untuk mengambil sesuatu di kamarnya. Melihat peluang itu, aku &lt;br /&gt;diam-diam mengikutinya dari belakang. Kamar ayah Anto memang tidak terlihat dari &lt;br /&gt;tempat di mana orang tua itu biasa duduk. Sesampainya di kamar kuraih pinggang &lt;br /&gt;semampai perawat itu dari belakang. Tati terkejut dan tertawa kecil ketika sadar &lt;br /&gt;siapa yang memeluknya dan tanpa basa-basi langsung menyambut ciumanku dengan &lt;br /&gt;bibirnya yang mungil itu sambil dengan buas mengulum lidahku. Ia memang sudah &lt;br /&gt;tidak malu-malu lagi seperti awal pertemuan kami. Janda cantik itu sudah &lt;br /&gt;menunjukkan karakternya sebagai seorang pecinta sejati yang tanpa malu-malu lagi &lt;br /&gt;menunjukkan kebuasan gairahnya. Kadang aku tidak mengerti, kenapa suaminya tega &lt;br /&gt;meninggalkannya. Namun analisaku mengatakan, suaminya tak mampu mengimbangi &lt;br /&gt;gejolak gairah Tati di atas ranjang dan untuk menutupi rasa malu yang terus &lt;br /&gt;menerus terpaksa ia meninggalkan perempuan muda itu untuk hidup bersama dengan &lt;br /&gt;perempuan lain yang lebih 'low profile'. Aku memang belum sempat menanyakan pada &lt;br /&gt;Tati bagaimana ia menyalurkan kebutuhan biologisnya disaat menjanda. Aku &lt;br /&gt;berpikir, bawa masturbasi adalah jalan satu-satunya.&lt;br /&gt;Kami berdua masih saling berciuman dengan ganas ketika dengan sigap aku &lt;br /&gt;menyelipkan tanganku ke balik baju perawatnya yang putih itu. Sungguh terkejut &lt;br /&gt;ketika aku sadar bahwa ia sama sekali tidak memakai BH sehingga dengan mudahnya &lt;br /&gt;kuremas buah dada kanannya yang ranum itu. "Kok ngga pakai BH mbak..?" Sambil &lt;br /&gt;menggelinjang dan mendesah, ia menjawab sambil tersenyum nakal "supaya gampang &lt;br /&gt;diremas sama kamu.." Benar-benar jawaban yang menggemaskan! Kembali kukulum &lt;br /&gt;bibir dan lidahnya yang menggairahkan itu sambil dengan cepat kubuka kancing &lt;br /&gt;bajunya yang pertama, kedua, dan ketiga …. Lalu tanpa membuang waktu kutundukkan &lt;br /&gt;kepalaku, dengan tangan kananku kukeluarkan buah dada kanannya dan kuhisap &lt;br /&gt;sedemikian rupa sehingga hampir setengahnya masuk ke dalam mulutku. Tati mulai &lt;br /&gt;mengerang kegelian "Ouhhh..geli mas.. geliii.. ahhh.." Sejak kejadian malam itu, &lt;br /&gt;ia memang membiasakan dirinya untuk memanggilku mas. Sambil menggelinjang dan &lt;br /&gt;merintih, tangan kanan Tati mulai mengelus-elus bagian depan celana kantorku. &lt;br /&gt;Penisku yang terletak tepat di baliknya terasa semakin menegang dan menegang. &lt;br /&gt;Jari-jari lentik perempuan itu berusaha untuk mencari letak kepala penisku untuk &lt;br /&gt;kemudian digosok-gosoknya dari luar celana. Sensasi itu membuat nafasku semakin &lt;br /&gt;memburu seperti layaknya nafas kuda yang tengah berlari kencang. Seakan tak mau &lt;br /&gt;kalah darinya, tangan kiriku berusaha menyingkap rok janda muda itu dan dengan &lt;br /&gt;sigap kugosokkan jari-jemariku di celana dalamnya. Tepat diatas vaginanya, &lt;br /&gt;celana dalam Tati terasa sudah basah. Sungguh hebat! Hanya dalam beberapa menit &lt;br /&gt;saja, ia sudah sedemikian terangsangnya sehingga vaginanya sudah siap untuk &lt;br /&gt;dimasuki oleh penisku. Tanpa membuang waktu kuturunkan celana dalam tipis yang &lt;br /&gt;kali ini berwarna hitam, kudorong tubuh montok perawat itu kedinding, lalu &lt;br /&gt;kuangkat paha kanannya sehingga dengkulnya menempel dipinggangku. Dengan sigap &lt;br /&gt;pula kubuka resleting celanaku dan kukeluarkan penisku yang sudah sangat tegang &lt;br /&gt;dan besar itu. Tati sudah nampak pasrah. Ia hanya bersender di dinding sambil &lt;br /&gt;memejamkan matanya dan memeluk bahuku.&lt;br /&gt;"Tatiii.. mana minyak tawonnya.. kok lama betuul…". Suara orang tua itu &lt;br /&gt;terdengar dengan keras. Sungguh menjengkelkan. Tati sempat terkejut dan nampak &lt;br /&gt;panik ketika kemudian aku berbisik "Tenang mbak.. jawab aja.. kita selesaikan &lt;br /&gt;dulu ini.. kamu mau kan ?" Ia mengangguk seraya tersenyum manis "Sebentar Pak.." &lt;br /&gt;teriaknya "Minyak tawonnya keselip entah kemana.. ini lagi dicari kok…" Ia &lt;br /&gt;tertawa cekikikan, geli mendengar jawaban spontannya sendiri. Namun tawanya itu &lt;br /&gt;langsung berubah menjadi jerikan erotis kecil ketika kupukul-pukulkan kepala &lt;br /&gt;penisku ke selangkangannya. Perlahan-lahan kutempelkan kepala penisku itu di &lt;br /&gt;pintu vaginanya. Sambi kuputar-putar kecil kudorong pinggulku perlahan-lahan. &lt;br /&gt;Tati ternganga sambil terengah-engah "Aaahhh..aaahh.. ouhhh..mas..besar &lt;br /&gt;sekali..pelan-pelan mas..pelan-pelanhh.." dan.. "Aaaa…" Tati menjerit kecil &lt;br /&gt;ketika kumasukkan seluruh penisku ke dalam vaginanya yang becek dan terasa &lt;br /&gt;sangat sempit dalam posisi berdiri ini. Aku menyodokkan penisku maju mundur &lt;br /&gt;dengan gerakan yang percepatannya meningkat dari waktu ke waktu. Tubuh Tati &lt;br /&gt;terguncang-guncang, buah dadanya bergayut ke kiri dan kanan dan jeritannya &lt;br /&gt;semakin menjadi-jadi. Aku sudah tak perduli kalau ayah Anton sampai mendengarkan &lt;br /&gt;jeritan perempuan itu. Nafsuku sudah naik ke kepala. Janda muda ini memang &lt;br /&gt;memiliki daya pikat sex yang luar biasa. Walaupun ia hanya seorang perawat, &lt;br /&gt;namun kemulusan dan kemontokan badannya sungguh setara dengan perempuan kota &lt;br /&gt;jaman sekarang. Sangat terawat dan nikmat sekali bila digesek-gesekkankan di &lt;br /&gt;kulit kita. Gerakan pinggulku semakin cepat dan semakin cepat. Mulutku tak &lt;br /&gt;puas-puasnya menciumi dan menghisap puting buah dadanya yang meruncing panjang &lt;br /&gt;dan keras itu. Buah dadanya yang kenyal itu hampir seluruhnya dibasahi oleh air &lt;br /&gt;liurku. Aku memang sedang nafsu berat. Aku merasakan bahwa sebentar lagi aku &lt;br /&gt;akan orgasme dan bersamaan dengan itu juga tubuh Tati menegang. Kupercepat &lt;br /&gt;gerakan pinggulku dan tiba-tiba "Aaahh..mas..masss…aku keluarrr…….. &lt;br /&gt;aaaaaahhhh…." Jeritnya. Saat itu juga kusodokkan penisku ke dalam vagina janda &lt;br /&gt;muda itu sekeras-kerasnya dan….. craaat..craatt.craaaaaat….. "Ahhh…mbaaak…" &lt;br /&gt;erangku sambil meringis menikmati puncak orgasme kami yang waktunya jatuh &lt;br /&gt;bersamaan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-700406591770193925?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/700406591770193925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/janda-nakal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/700406591770193925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/700406591770193925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/janda-nakal.html' title='Janda Nakal'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hVACo7DrPDA/Ts51fiwIiQI/AAAAAAAAADU/25DM0Z_W4R0/s72-c/008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3742166576739910047.post-784182251522358551</id><published>2011-11-24T08:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T08:21:15.648-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante'/><title type='text'>Pengen ngentot tante guwe</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://nudes.newnudecity.com/fshit.php?w=114210&amp;amp;p=5&amp;amp;t=18&amp;amp;c=&amp;amp;fs=12"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Qsz66OmqnIs/Ts5urDppx9I/AAAAAAAAADM/XcgW3ydmEhE/s1600/009.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;Cerita ini adalah kisah nyata hidupku yang tak akan terlupakan, cerita ini di &lt;br /&gt;mulai waktu ada acara keluarga di Villa Tretes minggu lalu. Sekarang ini aku &lt;br /&gt;duduk di sebuah perguruan tinggi swasta di surabaya, Namaku hady, umurku 20 &lt;br /&gt;taon.&lt;br /&gt;Begini kisahnya.... Hari minggu itu keluargaku ada acara temu kangen di Malang. &lt;br /&gt;Seluruh anggota keluarga hadir dalam acara itu, kira kira ada 3 keluarga. Ada &lt;br /&gt;hal yang paling ku gemari dalam acara itu, yaitu acara perkenalan tiap2 &lt;br /&gt;keluarga.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu adik ibuku bernama Henny memperkenalkan keluarganya satu &lt;br /&gt;persatu. Aku lihat gaya bicara Tante Henny yang sangat mempesona,... terus &lt;br /&gt;terang Tante Henny bila aku gambarkan bak bidadari turun dari langit..wajahnya &lt;br /&gt;yang cantik kulitnya yang mulus dan bodynya yang okey ... membuat tiap laki2 &lt;br /&gt;pasti jatuh hati padanya..&lt;br /&gt;Perkenalan demi perkenalan telah terlewati malam itu , sekitar pukul 9 malam, &lt;br /&gt;kami beristirahat. Badanku terasa penat dan aku pergi untuk mandi ...sekalian &lt;br /&gt;persiapan untuk acara besok. Waktu aku akan mandi, tanpa sengaja aku lihat &lt;br /&gt;tanteku barusan keluar dari kamarnya memakai kimono putih yang agak transparan &lt;br /&gt;dan terliahat samar samar lekuk tubuhnya yang indah, dengan agak basa basi aku &lt;br /&gt;menanyakan padanya .... "Mau kemana Tante?".. tanyaku . Tanteku dengan kagetnya &lt;br /&gt;menjawab "Oi Hadi, bikin tante kaget nich,..Tante mau mandi pake BathTub" &lt;br /&gt;jawabnya. "sama nich." kataku.. "Rasanya memang malam ini penat sekali &lt;br /&gt;yach,"..Akhirnya kami melangkah bersamaan menuju bathroom di sebelah belakang &lt;br /&gt;Villa kami. Malam itu agak dingin rasanya...sampai sampai ..sambil agak mendesah &lt;br /&gt;Tanteku menahan dingin..&lt;br /&gt;Sesampainya di depan kamar mandi aku berhenti sambil memperhatikan tingkah Tante &lt;br /&gt;yang agak aneh..(maklum aku masih anak kecil, belum pernah liat yang kayak &lt;br /&gt;gituan)..."Had...kamu duluan yach..!!".. kata Tante ku sambil mendesah..."Nggak &lt;br /&gt;ach tante, Tante dulu dech." kataku sambil rasa dingin (duch rasanya seperti &lt;br /&gt;dalam freezer tuch)..."Ok, Had...Tante duluan yach"....&lt;br /&gt;Tanteku masuk ke dalam kamar mandi itu.... terdengar suara pakaiannya yang di &lt;br /&gt;tanggalkan, gemericik air juga mulai mengisi bathtub itu...Aku menunggu di luar &lt;br /&gt;dengan rasa dingin yang sangat mengigit sambil melamun ..."Had, mana nich &lt;br /&gt;sabunnya".. teriak tanteku yang mengagetkanku... Seketika itu juga aku menjawab &lt;br /&gt;"Disitu Tante"..."Dimana sich?"..kata tanteku.."Kamu masuk aja Had, ambilin dech &lt;br /&gt;sabunnya..Tante nggak tau nich".&lt;br /&gt;Dengan hati yang berdetak keras aku masuk kekamar mandi sambil mencari cari &lt;br /&gt;sabunnya. Ternyata sabunnya dibawah Wastafel. Segera aku mengambilnya dan &lt;br /&gt;memberikannya pada tanteku. Tanpa sengaja aku melihat body tanteku yang aduhai &lt;br /&gt;.. yang tak sehelai benang pun melekat pada tubuhnya. Dengan wajah merah padam &lt;br /&gt;aku memberikan sabunnya. Tanteku bertanya " Mengapa Had,...belum pernah liat &lt;br /&gt;yach..!!" kata tanteku dengan mengerlingkan matanya yang indah itu. dengan &lt;br /&gt;malu-malu ku jawab"belon pernah tuh,tante......kulihat tanteku hanya tersenyum &lt;br /&gt;kecil....sambil menggandeng tanganku,ia menyuruhku masuk..........sengaja atau &lt;br /&gt;tidak kontolku bediri......had,punya kamu berdiri tuh...(kalimat itu makin &lt;br /&gt;mendebarkan jantungku )dengan malu aku berusaha menutupi kontolku yang telah &lt;br /&gt;bediri.......&lt;br /&gt;ngapain malu had..."tanya tanteku..aku hanya tertsenyum kecut..trus tanteku &lt;br /&gt;melepaskan handukku sambil berkata...tante boleh lihat punyaku....jangan tante &lt;br /&gt;nanti om tau....ah ,nggak papa om orang nya sangat fair banget,,,,&lt;br /&gt;akhirnya aku hanya bisa pasrah trus dengan lembutnya tanteku mempermaunkan &lt;br /&gt;kontolku sambil berkata gila benar punya kamu had,barang sebesar ini kok di &lt;br /&gt;diemin aja ....aku hanya bisa meringis keenakan ,karena memang aku kagak pernah &lt;br /&gt;merasakan hal itu...hehehee...hatiku tertawa....&lt;br /&gt;dengan lembutnya tanteku mengulum kontolku,dengan refleks aku meraba toket &lt;br /&gt;tanteku yang montok itu ohhhhhhh ..nikmat sekali.......dituntunnya aku untuk &lt;br /&gt;mengulum tempiknya ....aku bertannya ini apa tante ?....ooo itu clorotis &lt;br /&gt;...sayang...jawabnya...aku trus saja mengulum ..vaginanya...lama juga aku &lt;br /&gt;mengulumtempek nya itu.....dengan gaya 69 kami saling menikmati hal itu...tanpa &lt;br /&gt;sepengetahuan kami berdua ternyata kakakku mengintip apa yang kami lakukan &lt;br /&gt;...trus kakakku masuk dan berkata ah ..tante kok tega main sama adik gua kok &lt;br /&gt;kagak bilang-bilang sama aku..sambil tersenyum kecil....&lt;br /&gt;mungkin karena terangsang dengan apa nyang kami lakukan akhirnya kakakku ikut &lt;br /&gt;melepaskan pakaiannya ...tanteku berkata"ayo sini punya adik kamun enak lho..aku &lt;br /&gt;hanya tak bisa terpikirkan ternyata kakakku suka gituan juga .Baru pertama kali &lt;br /&gt;ini aku melihat polos tubuh kakakku ternyata kakakku tak kalah dengan tante &lt;br /&gt;malah toketnya lebih besar dari punya tate...&lt;br /&gt;tanpa pikir panjang aku tarik tangan kakakku langsung aku kulum toketnya nyang &lt;br /&gt;besar itu..hahaha...aku tertawa nikmat.trus tanteku bilang ,had masukin donk &lt;br /&gt;punya kamu..(SAMBIL MEMOHON)...AKHIRNYA aku masukin punyaku ke tempek tanteku oh &lt;br /&gt;nikmat sekaliiiiiii....tantteku hanya bisa mendesah kenikmatan .dengan goyanga &lt;br /&gt;yang sererti di film aku berusaha sekuat tenaga menghabisi tempek &lt;br /&gt;tanteku....selang berapa lama air mani tanteku keluar...akhhhhh...desahan itu &lt;br /&gt;keluar dari mulut tanteku....tapi aku belon apa-apa akhirnya tanpa rasa dosa aku &lt;br /&gt;tarik kakakku untuk juga merasakan hebatnya kontolku..heheheh...kakakku ternyata &lt;br /&gt;telah nggak perawan lagi itu ku ketahui waktu kumasukan kontol ke &lt;br /&gt;tempeknya....kakakku menggeliang keenakan sambil berkata ngapain nggak dari dulu &lt;br /&gt;minta di "tusuk"sama kontol ku....aku terus mnggenjotnya.....pada waktu lagi &lt;br /&gt;asyiknya....aku menusuk tempek kakakku sepupuku masuk eeeehhhh....lagi ngapain &lt;br /&gt;kalian "tanyanya...aku cuek aja sambil berkata ,kalo mao sini aja ...&lt;br /&gt;tanpa aku sadari ternyata sepupuku telah menanggal kan pakaiannya....oh gila &lt;br /&gt;...sepupuku tuh biar masih smu ternyata,,,bodinya hebat juga...tanpa oikir &lt;br /&gt;panjang...aku tarik tanganya trus aku kulum susunya ,sambil terus mengentu &lt;br /&gt;tempek kakakku...aku lihat kakakku asik mengulum tempek sepupuku itu...ternyata &lt;br /&gt;kakakku telah di puncak kenikmatan hhh....ia menggeliat seperti cacing &lt;br /&gt;kepanasan...kurasakan semburan air hangat keluar dari tempek &lt;br /&gt;kakakku..oooohhkkkkk ...teriak kakakku...aku tersenyum puas karena aku masih &lt;br /&gt;bisa bertahan....dengan perkasa ganti sepupuku "mira" aku gasak ia hanya bisda &lt;br /&gt;pasrah dalam dekapan kejantanku...aku coba masukan kontolku dengan pelan pelan &lt;br /&gt;ternyata sepupuku itu masih perawan cing.....sangat sulit pertama kali ku &lt;br /&gt;masukan kontolku...ia merintih kesakitan aku tidak kurang akal aku ludahi &lt;br /&gt;tempeknya...dan kumasuka jari tanganku...lalu ku coba masukan kontol ku kali ini &lt;br /&gt;bisa walau dengan susa payah....akhhhh nikmat sekali tempek &lt;br /&gt;perawan....kataku...kulihat mira hanya merintih dan mendesah di antara sakit dan &lt;br /&gt;nikmat.akhirnya aku merasakan juga puncak kenikmatan itu kami sama sama &lt;br /&gt;klimaks......akkkkhhhhhh ....terak kami berdua....owwwww.......akhir nya kami &lt;br /&gt;keluar bersamaan .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3742166576739910047-784182251522358551?l=abg-ngentot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/feeds/784182251522358551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/pengen-ngentot-tante-guwe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/784182251522358551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3742166576739910047/posts/default/784182251522358551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abg-ngentot.blogspot.com/2011/11/pengen-ngentot-tante-guwe.html' title='Pengen ngentot tante guwe'/><author><name>abg-ngentot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03618388974438153528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sUtC4RQMYH4/Ts5suGyvyuI/AAAAAAAAACc/zTkzav7hRc8/s220/Foto_Cewek_Pamer_Dada_Montok_t2d06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Qsz66OmqnIs/Ts5urDppx9I/AAAAAAAAADM/XcgW3ydmEhE/s72-c/009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
